Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan cadangan BBM nasional saat ini berada di atas standar minimum 20 hari dan terus diperbarui setiap hari melalui produksi domestik maupun impor.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggi menyatakan cadangan energi Indonesia kini berada di kisaran 21 hingga 26 hari, melampaui batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
“Cadangan energi kita saat ini berada di atas standar minimum cadangan energi nasional. Standar minimum tersebut adalah 20 hari, sementara cadangan kita berada di atas 21 hari dan bisa mencapai hingga 26 hari,” kata Dwi dalam wawancara di sebuah televisi swasta, dikutip Jumat (13/3/2026).
Dwi meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat bahwa angka 20 hari berarti stok BBM akan habis setelah periode tersebut. Ia menegaskan angka tersebut hanya merupakan batas minimum cadangan yang wajib dipenuhi, bukan batas waktu kehabisan stok.
“Ini bukan berarti setelah 21 hari cadangan akan habis. Sistem pengisian stok atau refilling dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Pemerintah juga memantau perkembangan geopolitik internasional yang mempengaruhi harga minyak dunia, serta memastikan distribusi energi dalam negeri berjalan lancar menjelang periode Lebaran ketika kebutuhan energi masyarakat cenderung meningkat.


