Purwakarta — Kementerian Haji dan Umrah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk dalam rantai pasok produk oleh-oleh haji guna memperkuat ekosistem ekonomi haji di daerah.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi dalam kegiatan pembinaan di Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 7 Maret 2026.
Jaenal menyebut penyelenggaraan haji memiliki tiga misi utama, yakni sukses memfasilitasi ritual ibadah haji, sukses pengembangan ekosistem ekonomi haji, serta sukses keadaban dan peradaban.
“Anggaran dan aktivitas ekonomi haji harus memberikan manfaat kembali bagi Indonesia. Karena itu perlu dilakukan identifikasi UMKM yang berpotensi masuk dalam rantai pasok produk oleh-oleh haji,” kata Jaenal.
Ia menegaskan penyelenggaraan haji tidak hanya berfokus pada pelayanan ritual, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha lokal.


