Batam — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kota Batam sejak awal Mei 2026 untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap pasokan air baku.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Hang Nadim Batam, Fitri Anisa, menyatakan operasi dijadwalkan berlangsung hingga akhir Mei. Kelanjutan pada Juni bergantung pada dinamika atmosfer yang masih akan dipantau.
“Untuk kegiatan OMC ini kami masih lanjut sampai dengan akhir bulan Mei. Namun, kami masih melihat dinamika atmosfer pada dasarian I, II, dan III di bulan Juni,” kata Fitri, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia menjelaskan, jika potensi awan pembawa hujan pada Juni dinilai menurun, BMKG akan merekomendasikan operasi dihentikan. Sebaliknya, jika potensi awan masih memadai, operasi akan disarankan untuk diperpanjang. Keputusan final berada di tangan BP Batam.
“Untuk lebih pastinya dapat menanyakan kepada BP Batam bagian SPAM, karena yang memutuskan berlangsung atau tidaknya adalah pihak dari sana,” ujar Fitri.
Operasi dipusatkan di Posko OMC Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan melibatkan armada pesawat PT Elang Nusantara Air. Metode yang digunakan adalah penyemaian awan menggunakan garam (Natrium Klorida/NaCl) sebagai inti kondensasi untuk mempercepat pembentukan hujan yang diarahkan ke wilayah tangkapan air.


