Batam – Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) tetap aman dan tidak terdampak signifikan oleh ketegangan global, termasuk situasi di Selat Hormuz.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, menyatakan tidak ada lonjakan berarti pada harga maupun distribusi energi di wilayah tersebut. Hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM secara normal dan tidak melakukan penimbunan. Terkait harga, evaluasi dilakukan setiap bulan untuk BBM nonsubsidi, sementara BBM subsidi mengikuti kebijakan Kementerian ESDM. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM hingga Lebaran.
Terkait laporan antrean BBM di Karimun, Bagus menjelaskan kondisi tersebut bukan akibat kepanikan. Distribusi BBM di Karimun memiliki pola unik karena melalui jalur ganda, yakni dari depot ke kapal, lalu ke mobil tangki, kemudian ke SPBU. Pola inilah yang menciptakan perilaku konsumen berbeda dibanding daerah lain.
Soal ketahanan stok, Pertamina menyebut kondisinya bersifat dinamis. Sebagai contoh, depot Kabil tercatat memiliki stok Pertalite 3.700 KL dengan ketahanan lima hari, namun pasokan baru sebesar 6.000 KL dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Memasuki periode Ramadan hingga Idulfitri, konsumsi BBM di Batam justru tercatat mengalami penurunan akibat arus mudik. Sebaliknya, konsumsi avtur di Kepri naik sekitar 11 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat arus balik, Pertamina menyiapkan penambahan armada distribusi BBM guna memastikan kelancaran suplai selama periode Satgas Lebaran.


