Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan lahan hutan seluas 90 ribu hektare untuk kawasan konservasi gajah Sumatra melalui penyerahan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) miliknya.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan, kebijakan tersebut diambil setelah jumlah kantong habitat gajah di Indonesia menyusut drastis dari 42 menjadi hanya 21 kantong.
“Kantong gajah yang dahulu jumlahnya 42, sekarang tinggal 21 saja,” kata Raja Juli di Istana Kepresidenan, Kamis (12/3/2026).
Ia memperingatkan bahwa tanpa intervensi serius, kerusakan habitat akan terus berlanjut dan mengancam keberlangsungan spesies tersebut. “Populasi gajah sebagai satwa dilindungi tidak menutup kemungkinan bisa punah,” ujarnya.
Luas kawasan yang dialokasikan terus bertambah. Raja Juli menjelaskan, komitmen ini bermula dari permintaan Raja Inggris Charles III sebesar 10 ribu hektare saat Prabowo berkunjung ke London, namun Presiden menyerahkan 20 ribu hektare dan kini telah berkembang menjadi 90 ribu hektare.
“Awalnya King Charles meminta 10 ribu hektare. Pak Presiden menyerahkan 20 ribu hektare, bahkan sekarang menjadi 90 ribu hektare. Semuanya diperuntukkan untuk menjaga habitat gajah di Sumatera,” katanya.


