Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok beras nasional per 2 April 2026 mencapai 4,4 juta ton, setara 169 persen dari kebutuhan bulanan masyarakat Indonesia. Pemerintah menyebut cadangan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan di tengah ancaman El Nino.
“Stok kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Ini kebanggaan di saat krisis kondisi ekonomi dunia,” ujar Amran di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Selain beras, komoditas pangan pokok lain juga dilaporkan aman. Jagung tersedia 168 ribu ton, minyak goreng 121 ribu kiloliter, dan gula konsumsi 49 ribu ton.
Penguatan stok juga merata hingga tingkat daerah. Sebanyak 322 kabupaten/kota mencatatkan total cadangan 14.169,03 ton, dengan Jawa Barat sebagai kontributor terbesar dengan 2.790,9 ton, disusul Banten 2.007,25 ton. Pada tingkat provinsi, cadangan beras pemerintah tercatat 7.561,23 ton, dipimpin Jawa Barat dengan 2.626,94 ton dan Jawa Timur 825,36 ton.
Amran merinci total ketersediaan pangan nasional mencapai sekitar 27 juta ton jika menggabungkan stok Bulog (4,3 juta ton), stok di sektor horeka dan rumah tangga (12,5 juta ton), serta potensi panen di lahan (11 juta ton).
Pemerintah juga memproyeksikan tambahan produksi sekitar 2 juta ton dari wilayah beririgasi teknis meski El Nino diprediksi berlangsung selama enam bulan.
“Artinya ada overlap antara stok dan produksi dengan periode El Nino. Jadi kita optimistis ketahanan pangan tetap terjaga,” pungkas Amran.


