Batam — Sebanyak 11.598 jiwa tercatat melakukan administrasi pindah masuk ke Kota Batam hingga Maret 2026. Dengan penambahan tersebut, total populasi Batam kini mencapai 1.394.459 jiwa.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy, mengatakan data tersebut akan terus dipantau dan diperbarui setiap semester.
“Data ini akan terus kami pantau dan akan kembali diperbarui secara berkala pada semester berikutnya, yakni di bulan Juli mendatang,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy, Rabu, 6 Mei 2026.
Tingginya arus migrasi berdampak langsung pada beban pelayanan administrasi kependudukan. Disdukcapil memproses 280 hingga 350 dokumen Adminduk setiap harinya.
Wali Kota Batam Amsakar meminta para pendatang untuk membekali diri dengan kompetensi sebelum masuk ke Batam. Ia juga meminta Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja (PGTKI) memastikan tenaga kerja yang didatangkan sudah siap pakai, sementara tenaga kerja lokal tetap menjadi prioritas.
“Masuk ke Batam saya harapkan dapat membekali diri dengan kompetensi-kompetensi tertentu. Saya berharap ‘saudara-saudara’ kita dari daerah lain tidak datang dengan tangan kosong,” kata Amsakar.
Pertumbuhan penduduk yang cepat dinilai berpotensi menambah tekanan pada infrastruktur kota. Amsakar menyebut beberapa sektor yang terdampak langsung.
“Ini menyangkut infrastruktur pendukung seperti ketersediaan sekolah dan rumah sakit. Selain itu, ada tantangan pada keandalan pelayanan air bersih serta listrik yang permintaannya terus meningkat seiring arus migrasi,” tutur Amsakar.
Pemerintah Kota Batam tidak lagi memiliki regulasi pengendalian penduduk setelah Perda Nomor 1 Tahun 2001 dihapus oleh Kementerian Dalam Negeri demi menjamin kebebasan mobilitas warga negara. Sebagai gantinya, Pemko Batam menjalankan program pelatihan kerja yang bersumber dari APBD.
“Kalau pelatihan memang untuk yang ber-KTP Batam. Karena penggunaan APBD ini perlakuannya memang khusus untuk warga yang sudah terdaftar sebagai penduduk resmi kita,” tandas Amsakar,


