Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerapkan dua metode operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi risiko banjir akibat hujan lebat.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan, metode pertama dilakukan dengan menyemai awan dari arah laut menggunakan garam berukuran superfine powder (NaCl) untuk mempercepat hujan secara prematur. Cara ini membuat kandungan hujan berkurang saat awan mencapai daratan sehingga intensitas hujan lebih rendah. Metode ini disebut jumping process mechanism.
Metode kedua adalah competition mechanism yang diterapkan dengan menaburkan kapur tohor (CaO) untuk menghambat pembentukan hujan. Zat ini menimbulkan efek panas yang mengganggu pertumbuhan awan hujan di wilayah yang ingin dijaga agar tidak hujan.
“Secara prinsip, terdapat dua metode yang diterapkan dalam pelaksanaan OMC untuk meredistribusi curah hujan sebagai upaya mitigasi banjir,” kata Tri, Selasa (27/1/2026).
Tri menjelaskan, OMC bertujuan mengurangi dampak hujan lebat melalui pengaturan atau redistribusi curah hujan.


