Jakarta – Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga orang dan menginfeksi sedikitnya delapan orang dari berbagai negara. WHO mencatat tujuh kasus terkonfirmasi dan satu probable case hingga saat ini.
Mayoritas pasien terinfeksi strain Andes, jenis hantavirus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius. Kapal tersebut berlayar di wilayah Atlantik Selatan.
Belanda mencatat korban jiwa terbanyak dengan dua kematian. Seorang pria 70 tahun meninggal pada 11 April setelah mengalami gejala sejak 6 April, dikategorikan sebagai probable case. Istrinya yang berusia 69 tahun meninggal pada 26 April dan dikonfirmasi positif hantavirus pada 4 Mei. Seorang dokter kapal asal Belanda juga dinyatakan positif pada 6 Mei dan kini menjalani isolasi dalam kondisi stabil.
Inggris melaporkan dua kasus positif dan satu probable case. Pemerintah Inggris mengirimkan pasukan terjun payung dan tenaga medis ke Kepulauan Tristan da Cunha untuk mengantarkan pasokan medis darurat.
Seorang perempuan Jerman meninggal di atas kapal pada 2 Mei akibat pneumonia berat yang dikonfirmasi sebagai infeksi virus Andes. Seorang pria Swiss dinyatakan positif pada 5 Mei setelah kembali ke negaranya melalui Afrika Selatan dan Qatar.
Prancis melaporkan satu kasus positif dengan kondisi memburuk. Amerika Serikat memulangkan 17 warga dari kapal, satu di antaranya menunjukkan hasil PCR positif ringan dan satu lainnya bergejala ringan. Keduanya dipantau di Nebraska. Spanyol melaporkan satu kasus positif tanpa gejala yang kini diisolasi di rumah sakit militer Madrid.
WHO masih memantau perkembangan wabah, termasuk pelacakan kontak dan pemeriksaan seluruh penumpang serta kru kapal.


