Batam — Anggota Komisi I DPRD Kota Batam dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Anas, membantah tudingan eksploitasi anak dan politisasi dalam kegiatan Pawai Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk membela nama baiknya.
Anwar mengatakan hal itu kepada awak media pada Selasa, 4 Agustus 2026. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai anggota dewan dan telah dilaksanakan sesuai aturan.
“Kami menghargai mereka melakukan upaya kontrol terhadap kami. Tapi yang pasti, kami juga punya hak imun dan saya bisa pastikan bahwa apa yang kami lakukan tidak menyalahi aturan apa pun. Karena kami sebagai anggota DPRD memang ditugaskan untuk menerima (kegiatan) Pawai MBG,” kata Anwar.
Ia menyebut legalitas kegiatan tersebut dapat diverifikasi melalui surat pemberitahuan yang telah diserahkan ke Satuan Intelkam kepolisian, yang mencantumkan agenda “Pawai MBG”.
Terkait tudingan eksploitasi anak, Anwar meminta pihak yang menuduh membuktikan klaim tersebut. Ia juga membantah kegiatan itu terkait dengan kepentingan politik praktis.
“Kalau dibilang ada eksploitasi anak, silakan dibuktikan. Pihak mereka boleh membuktikan hal itu. Kemudian, jangan ada Pawai MBG ini dikaitkan dengan politik. Ini bukan tahun politik, kami tidak mengajak orang untuk memilih nomor berapa pun. Ini murni, tidak ada politisasi seperti tuduhan-tuduhan itu,” ujarnya.
Anwar menyatakan namanya telah dicemarkan akibat isu yang beredar di media sosial, termasuk tudingan bahwa ia memiliki kepentingan pribadi dalam program tersebut. Ia mengaku akan menggunakan hak hukumnya untuk membela diri.
“Sepanjang apa mereka melaporkan kami, kami punya hak membela diri. Nanti kami juga akan menggunakan hak hukum kami. Nama kami sudah ke mana-mana, dituduh mengeksploitasi anak-anak, bahkan dituduh netizen memiliki dapur dan segala macamnya karena pelaporan ini. Ya, kami sangat berhak membela diri,” ungkapnya.
Anwar juga menyatakan kesiapannya jika persoalan ini ditindaklanjuti oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Batam.
“Kami berhak membela diri karena kami adalah kader-kader Gerindra. Insyaallah, dipastikan kami adalah kader-kader yang berintegritas. Terkait dari BK sendiri seperti apa nantinya, kami siap,” tutupnya.


