Batam — Kabut asap masih menyelimuti Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa, 15 September 2026 pagi, dengan kondisi udara berkabut cukup tebal yang membuat jarak pandang ke sejumlah kawasan menjadi terbatas. Pantauan pada pagi hari menunjukkan lapisan asap masih menggantung di langit Batam, membuat gedung-gedung dan kawasan perbukitan yang biasanya terlihat jelas dari kejauhan tampak samar tertutup kabut.
Kondisi tersebut merupakan kelanjutan dari kabut asap yang telah memengaruhi Batam dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, BMKG Hang Nadim mencatat kabut asap menyebabkan jarak pandang di Batam menurun, dengan jarak pandang di sekitar Bandara Hang Nadim pada Senin, 14 September 2026, berada pada kisaran 3-4 kilometer. BMKG menyebut sebaran asap berkaitan dengan titik panas di sejumlah wilayah serta pergerakan angin yang membawa asap menuju Batam.
Konsentrasi PM2.5 di Batam selama periode kabut asap dilaporkan meningkat hingga masuk kategori tidak sehat, sehingga masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok yang sensitif terhadap polusi udara, diminta mengurangi paparan di luar ruangan.
Dampak kabut asap turut dirasakan sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberlakukan kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB mulai Selasa, 15 September 2026, menyusul memburuknya kondisi udara.
Sementara itu, prakiraan BMKG untuk wilayah perairan Kepulauan Batam pada Selasa pagi menunjukkan kondisi didominasi berawan tebal, dengan potensi kondisi udara kabur masih diprakirakan berlanjut dalam beberapa periode ke depan. BMKG menyarankan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruang yang tidak mendesak apabila kondisi asap semakin pekat, serta meminta pengendara meningkatkan kewaspadaan karena kabut asap dapat mengurangi jarak pandang.


