Batam – Bareskrim Polri menyita aset bekas lokasi Nagoya Game Zone di kawasan Ruko Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, dalam penanganan perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Penyitaan ditandai dengan pemasangan spanduk putih berukuran sekitar 1,5 meter x 1,5 meter di gedung yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi kasino tersebut pada Sabtu (5/9).
Spanduk itu mencantumkan bahwa aset disita berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Batam Nomor 1396/Pen.Pid.B-SITA/2026/PN Btm tertanggal 2 September 2026, dengan Subdit III TPPU Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sebagai pihak yang melakukan penyitaan.
Pantauan di lokasi pada Minggu (6/9) menunjukkan kawasan tersebut dalam kondisi sepi, tanpa aktivitas masyarakat maupun orang yang keluar-masuk gedung. Akses menuju bagian dalam gedung tertutup, dengan pintu masuk dipasangi rantai dan gembok, serta segel penyitaan Bareskrim Polri yang menempel pada pintu harmonika salah satu ruko. Gedung bekas Nagoya Game Zone tersebut terdiri atas tujuh ruko yang berada di bagian depan dan belakang kawasan. Sejumlah petugas Bareskrim Polri masih terlihat berjaga di sekitar lokasi.
Lokasi ini sebelumnya menjadi sasaran penggerebekan Bareskrim Polri karena diduga digunakan sebagai tempat perjudian kasino. Dalam pengembangan perkara tersebut, polisi kemudian menelusuri aset yang diduga terkait dengan tindak pidana dimaksud. Kawasan Nagoya Game Zone berada di barisan paling belakang deretan ruko, tepat di seberang Hotel Utama Nagoya, sehingga aktivitas di lokasi relatif tidak terlihat dari jalan utama.
Penutupan lokasi tersebut turut berdampak pada aktivitas ekonomi pedagang di sekitar kawasan. Salah seorang pedagang makanan berinisial A yang berjualan di depan lokasi mengatakan, kondisi kawasan kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelum Nagoya Game Zone ditutup. Ia menyebut sebagian pelanggan warungnya sebelumnya merupakan pengunjung yang datang bermain di lokasi tersebut. Setelah aktivitas di lokasi dihentikan, A mengaku sudah tidak rutin berjualan karena jumlah pelanggan menurun drastis.


