Batam — Batam Watch Indonesia mempertanyakan keterlibatan pelajar, guru, dan institusi pendidikan dalam pawai dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Kota Batam, Minggu (21/6/2026). Hal itu disampaikan melalui siaran per, Senin (22/6/2026).
Direktur Eksekutif Batam Watch Indonesia Mardan Eriansyah Siregar mengatakan pihaknya mendukung Program MBG sebagai program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan menekan angka stunting. Namun, ia menilai pelibatan peserta didik dalam kegiatan yang bermuatan dukungan terhadap kebijakan pemerintah perlu dievaluasi secara terbuka.
“Kami mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Program ini memiliki manfaat besar bagi peserta didik dan masa depan generasi bangsa. Namun dukungan terhadap program pemerintah harus tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip netralitas pendidikan dan kepentingan terbaik bagi anak,” kata Mardan.
Mardan menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan kehadiran orang tua yang menyampaikan aspirasi, namun mempertanyakan batas antara sosialisasi program pemerintah dan pelibatan peserta didik dalam kegiatan dukungan kebijakan publik.
Batam Watch juga menyoroti kehadiran Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra, Anwar Anas, yang turut menyampaikan dukungan terhadap Program MBG dalam kegiatan tersebut. Mardan menilai pejabat publik perlu lebih berhati-hati ketika kegiatan melibatkan anak-anak sekolah dalam jumlah besar.
“Kami menghormati hak anggota DPRD untuk menyampaikan pendapat. Namun sebagai pejabat publik, harus ada kehati-hatian ketika kegiatan tersebut melibatkan anak-anak sekolah dan institusi pendidikan. Dunia pendidikan harus menjadi ruang yang independen dan bebas dari kepentingan politik apa pun,” katanya.
Batam Watch meminta keterbukaan mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan, mulai dari proses pelibatan sekolah, persetujuan orang tua, pendampingan peserta didik, hingga penggunaan fasilitas pendidikan.
“Kami tidak menuduh telah terjadi pelanggaran hukum. Namun kami meminta adanya transparansi dan evaluasi. Program yang baik harus dijalankan dengan tata kelola yang baik pula. Jangan sampai manfaat besar Program MBG tertutupi oleh polemik yang seharusnya dapat dihindari,” ujar Mardan.
Pawai dukungan MBG yang digelar Minggu (21/6/2026) diikuti ribuan peserta terdiri dari pelajar, guru, orang tua murid, pekerja dapur, dan relawan, mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis. Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam mendesak Wali Kota Batam mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam terkait dugaan pelibatan institusi pendidikan dalam mobilisasi massa pendukung program pemerintah. Batam Labor and Public Policy (BALAPI) juga menilai pengerahan guru dan siswa berpotensi mencederai prinsip netralitas pelayanan publik dan perlindungan anak.
Sejumlah guru dan wali murid mengaku menerima arahan agar sekolah mengirimkan perwakilan siswa, guru, dan orang tua untuk mengikuti pawai, dengan sebagian guru mengaku khawatir terhadap konsekuensi administratif apabila tidak hadir. Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membantah adanya instruksi khusus dari dinas dan menegaskan keikutsertaan peserta bersifat sukarela dari masing-masing satuan pendidikan.


