Batam – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) membuka Migrant Center di tiga perguruan tinggi, yakni Politeknik Negeri Batam, Batam Tourism Polytechnic (BTP), dan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. Fasilitas ini menjadi pusat informasi bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) terkait peluang kerja, job order, hingga prosedur penempatan yang resmi dan aman.
Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan keberadaan Migrant Center di lingkungan kampus diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi langsung mengenai peluang kerja luar negeri. Petugas BP3MI ditempatkan di lokasi untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada mahasiswa maupun masyarakat.
“Migrant Center ini sebagai pusat informasi. Ketika nanti dari Migrant Center melakukan publikasi informasi, di situlah mereka bisa meminta informasi detailnya. Ada petugas kami yang setiap hari berada di lokasi,” ujar Imam.
Ia mengatakan mahasiswa mulai memanfaatkan fasilitas tersebut, termasuk mengikuti program SMK Go Global yang diluncurkan Rabu (26/8) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan peluang kerja global dan jalur penempatan PMI yang aman. “Sudah banyak yang berkunjung ke Migrant Center di kalangan mahasiswa, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas SMK Go Global itu terjaring melalui Migrant Center,” katanya.
Hingga Agustus 2026, BP3MI Kepri mencatat 3.095 PMI telah ditempatkan bekerja di luar negeri, dengan Malaysia dan Singapura sebagai negara tujuan utama, selain sejumlah negara di Eropa, Timur Tengah, dan Rusia. Pada periode yang sama, tercatat 2.665 pekerja migran dipulangkan melalui proses deportasi dari Malaysia.
Imam menegaskan angka deportasi tersebut tidak seluruhnya merupakan warga Kepri, melainkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang dipulangkan melalui Batam. “2.665 itu deportasi dari Malaysia semua. Bukan semuanya asal Kepri. Pekerja migran yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Paling banyak dari Jawa Timur,” jelasnya.
BP3MI Kepri berencana memperluas jaringan Migrant Center ke Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang dinilai membuka peluang penempatan tenaga kerja di sektor perkapalan. “Sudah kami temui dan pihak kampus sangat mendukung. UMRAH kan merupakan kampus dengan spesialisasi di bidang maritim, dan ini juga membuka peluang untuk job order seperti able seaman dan di bidang perkapalan,” katanya.


