Batam – Angka inflasi Kota Batam tercatat mencapai 4,75 persen, menjadi pembahasan utama dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di VIP Room Ai Viola Cafe, Batam Centre, Rabu (29/7).
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Firmansyah itu dihadiri perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Perum Bulog, dan seluruh unsur TPID untuk menyusun strategi pengendalian inflasi berbasis data.
Firmansyah mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam secara konsisten menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan dengan dukungan Bulog untuk menjaga stabilitas harga.
“Pemko Batam secara konsisten menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan dengan dukungan Bulog. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Firmansyah.
Ia menegaskan sinergi antara Pemko, Bank Indonesia, Bulog, BPS, hingga distributor dan penyalur menjadi kunci utama pengendalian inflasi.
“Kita perlu menyinkronkan langkah. Sinergi ini diharapkan menjadi stimulus yang efektif untuk menekan laju inflasi di Kota Batam,” tegasnya.
Firmansyah juga berharap penentuan lokasi operasi pasar murah ke depan dapat mengacu pada data spesifik dari BPS, tidak lagi hanya berdasarkan usulan kecamatan.
“Ke depan, kami berharap pelaksanaan operasi pasar dapat mengacu pada data BPS sehingga lebih tepat sasaran dan efektif dalam mengendalikan harga komoditas yang mengalami kenaikan,” ujarnya.
Kepala BPS Kota Batam Devi Indriastuti menyatakan pihaknya siap memperkuat kolaborasi data dengan Pemko Batam. Ia menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan sebelumnya menjadi salah satu pemicu utama tingginya inflasi di Batam.
“Kenaikan harga BBM pada bulan lalu menjadi salah satu faktor yang memicu inflasi di berbagai daerah, termasuk Kota Batam,” jelas Devi.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan daerah penghasil komoditas pangan untuk menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga.
“Salah satu upaya mengendalikan kenaikan harga bahan pokok adalah memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil. Dengan pasokan yang terjaga, stabilitas harga juga akan lebih mudah dipertahankan,” katanya.
Devi menambahkan BPS akan terus menyediakan data akurat mengenai komoditas yang mengalami kenaikan harga sebagai bahan pertimbangan Pemko Batam dalam menentukan langkah intervensi.


