Batam – Singapura tercatat sebagai investor asing terbesar di Kota Batam, Kepulauan Riau, sepanjang semester I 2026 dengan realisasi investasi Rp10,89 triliun atau 36,44 persen dari total investasi Batam sebesar Rp29,89 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam Reza Khadafy mengatakan hal itu di Batam, Kamis. “Singapura tercatat sebagai negara asal investasi terbesar di Kota Batam dengan realisasi investasi mencapai Rp10,89 triliun atau berkontribusi sekitar 36,44 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp29,89 triliun,” katanya.
Reza menyebut tingginya minat investor Singapura didukung letak geografis yang berdekatan, konektivitas transportasi, serta iklim investasi yang kondusif. Batam juga memiliki kawasan industri yang berkembang dengan dukungan infrastruktur pelabuhan, bandara, dan kemudahan perizinan.
Total realisasi investasi Batam pada semester I 2026 sebesar Rp29,89 triliun telah melampaui target tahunan dalam Rencana Strategis, atau setara 106,48 persen dari target kinerja 2026. Realisasi ini juga menyumbang 45,05 persen dari target investasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp66,36 triliun.
Dari sisi sektor usaha, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp6,87 triliun atau 22,98 persen dari total realisasi. “Capaian ini menunjukkan sektor manufaktur berteknologi tinggi masih menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi di Batam,” ujar Reza.
Ia menambahkan, persaingan antardaerah dalam menarik investasi semakin ketat karena investor kini juga mempertimbangkan kepastian hukum, kecepatan perizinan, kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, dan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Kota Batam disebut terus memperkuat layanan perizinan dan koordinasi antarinstansi untuk menjaga daya saing Batam sebagai destinasi investasi.


