Batam – Sistem kabel bawah laut Nongsa–Changi Cable (NCC) resmi diluncurkan di Nongsa Point Marina, Senin (20/7). Kabel sepanjang sekitar 50 kilometer ini menghubungkan Nongsa Digital Park (NDP), Batam, dengan Changi, Singapura, dan menjadi salah satu koneksi bawah laut terpendek di Selat Singapura dengan latensi kurang dari dua milidetik.
Peresmian dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Deputy Prime Minister sekaligus Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong, CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan, Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Kartika Listriana, CEO Telin Abdul Rahman Ansyori, serta sejumlah pejabat dan pelaku industri dari Indonesia maupun Singapura.
Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan NCC memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Batam dan Singapura kini terhubung melalui jalur digital dengan latensi di bawah dua milidetik. Ini menjadi salah satu koneksi tercepat yang akan mendukung berbagai layanan digital masa depan,” kata Airlangga.
Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 235 juta pengguna internet, sementara pertumbuhan industri data center di Batam mencapai sekitar 22 persen per tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Sejumlah investasi besar disebutnya mulai masuk, termasuk dari BW Digital dan Oracle.
Gan Kim Yong mengatakan proyek NCC menambah kapasitas konektivitas internasional lebih dari 1,6 petabit per detik dengan latensi di bawah dua milidetik.
“Konektivitas ini akan mendukung pertumbuhan pusat data dan layanan digital di Batam serta mempermudah perusahaan beroperasi lintas negara,” ujarnya.
Mike Wiluan mengatakan pendaratan NCC merupakan hasil pembangunan ekosistem digital Nongsa Digital Park selama lebih dari sepuluh tahun.
“Hari ini bukan sekadar tentang pendaratan kabel bawah laut. Ini tentang konektivitas, kolaborasi, dan masa depan digital Indonesia yang dibangun bersama,” katanya.
Presiden Direktur Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan NCC dibangun melalui kolaborasi Telin, BW Digital, dan Citramas.
“Kebutuhan AI, cloud computing, hingga hyperscaler terus berkembang. Karena itu, Indonesia membutuhkan kapasitas konektivitas global yang lebih besar dan lebih andal,” ujarnya.
CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menjelaskan NCC merupakan kabel pertama yang menghubungkan Singapura dan Indonesia melalui koridor baru sekaligus jalur terpendek antara kedua negara.
“NCC menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem digital Indonesia. Kecepatan dan latensinya sangat dibutuhkan oleh berbagai layanan digital masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, seremoni yang digelar merupakan tahap pendaratan kabel di daratan, yang selanjutnya akan dihubungkan ke jaringan darat, cable landing station (CLS), hingga pelanggan. NCC ditargetkan beroperasi penuh pada akhir September mendatang.
Abdul Rahman belum bersedia mengungkap nilai investasi maupun identitas pelanggan, namun memastikan sejumlah perusahaan hyperscaler telah menyatakan minat menggunakan layanan NCC sejak sebelum kabel resmi beroperasi.


