Jakarta – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) resmi merombak struktur kepengurusannya untuk periode 2025–2030. Pengesahan ini dilakukan lewat Kongres III KIPP yang digelar di Jakarta pada 15–16 November 2025.
Adrian Habibi, yang terpilih sebagai Anggota Dewan Presidium, mengumumkan susunan baru tersebut lewat keterangan tertulis pada Senin, 17 November 2025. Habibi menyebut kongres ini sebagai momen penting yang bakal memperkuat KIPP sebagai pilar pengawasan pemilu yang independen dan makin relevan.
“Musyawarah yang demokratis dan transparan ini menghasilkan kepengurusan yang diharapkan bisa bikin KIPP makin efektif memantau dan menjaga integritas pemilu di semua level,” ujar Habibi.
Ia menegaskan bahwa presidium baru bakal fokus pada tiga hal: pengawasan, integritas, dan partisipasi publik dalam penyelenggaraan pemilu.
“Kongres ini bukan cuma ganti kepengurusan. Ini deklarasi: KIPP siap jadi garda terdepan memastikan setiap suara rakyat dihargai dan integritas pemilu gak boleh ditawar,” tegasnya.
Anggota Presidium lainnya, Brahma Aryana, juga menekankan bahwa pekerjaan baru saja dimulai.
“Selesainya Kongres ini adalah start. Tugas kami adalah memperkuat jaringan pemantau di seluruh negeri. Pemilu jujur dan adil dimulai dari mata dan telinga KIPP di tingkat desa,” ujarnya.
Susunan Dewan Presidium KIPP 2025–2030
- Andrian Habibi
- Brahma Aryana
- Nuraini
- Riskon
- Vidyavici Fitri
- Irhan Ari Muhammad
- Saryono Indro
Selain presidium, KIPP juga mengesahkan Majelis Nasional untuk periode yang sama, berisi 24 anggota.
Anggota Majelis Nasional KIPP 2025–2030
- Muhtar Sindang
- Standarkia Latief
- Saut Sirait
- I Wayan Tirja Nugraha
- Ahmadi Wardus
- Samaratul Fuad
- Robikin Emhas
- Paskah Irianto
- Ichal Supriadi
- John B. Janjaan
- M. Ikhsan Welly
- Dr. Azis Hasyim
- Nebrianus Tambuaya
- Alan Bernardi
- Kakak Suminta
- Aswandi Andimas
- Sinam
- Haris Palisur
- Windy Asmara
- Eka Mandayanti
- Sirra Prayuna
- Aldrin Situmeang
- Engelbert Jojo Rohi
- Lestari Nurhayati
Dengan kepengurusan baru ini, KIPP menegaskan komitmennya untuk jadi watchdog pemilu yang makin kuat, makin muda, dan makin dekat dengan publik.


