Batam – Pemerintah Kota Batam mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2027 senilai Rp4,86 triliun. Rancangan tersebut disampaikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam Rapat Paripurna DPRD Batam, Senin (7/9/2026).
Rapat paripurna di gedung DPRD Batam itu dipimpin Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua II Budi Mardiyanto, serta dihadiri 37 anggota dewan dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Amsakar mengatakan penyusunan anggaran 2027 diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dengan fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan keterampilan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, serta pembangunan inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Batam 2025-2029.
Berdasarkan rancangan tersebut, pendapatan daerah pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp4,74 triliun, terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,02 triliun dan pendapatan transfer sekitar Rp1,72 triliun. Target PAD ditopang pajak daerah Rp2,43 triliun dan retribusi daerah Rp346,04 miliar.
Sementara itu, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp4,86 triliun, dengan belanja operasi sebagai pos terbesar senilai Rp3,68 triliun yang mencakup gaji pegawai, barang dan jasa, serta bantuan sosial. Belanja modal dianggarkan Rp1,16 triliun, termasuk Rp527,63 miliar untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, jaringan, dan irigasi.
Dengan belanja lebih tinggi sekitar Rp116 miliar dibanding pendapatan, defisit tersebut akan ditutup menggunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya.
Pemkot Batam merancang sejumlah program dalam RAPBD 2027, di antaranya subsidi bunga nol persen bagi usaha mikro ber-KTP Batam, bantuan sosial bagi lansia, subsidi kebutuhan pokok, serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan seperti pengemudi transportasi daring, nelayan, dan petani.
Di sektor pendidikan, anggaran dialokasikan untuk beasiswa siswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi termasuk dari wilayah hinterland, seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru SD dan SMP, serta pembangunan unit sekolah dan ruang kelas baru. Di sektor kesehatan, anggaran diarahkan untuk penguatan program Universal Health Coverage (UHC) serta peningkatan fasilitas puskesmas dan RSUD Embung Fatimah.
Dari sisi infrastruktur, sejumlah ruas jalan arteri akan dibangun dan ditingkatkan, di antaranya Simpang Dutamas, Tiban Utara, dan Jalan Lintas Kibing, serta pembangunan Jembatan Golden Prawn di Bengkong. Penanganan banjir direncanakan di kawasan rawan seperti Puri Loka dan Tiban Centre. Pemkot juga akan menambah armada pengangkut sampah, membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), dan memperluas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hingga wilayah Galang.
Rancangan APBD 2027 tersebut selanjutnya akan dibahas oleh tim eksekutif bersama DPRD Batam sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah.


