Batam – Polresta Barelang menangani lima perkara kematian yang terjadi di Batam dalam sepekan terakhir. Tiga di antaranya telah mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan dengan tersangka yang telah diamankan.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan penyidikan terhadap sejumlah kasus tersebut masih terus dikembangkan.
Kasus pertama adalah kematian L (52), warga Komplek Wira Mustika, Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar. Polisi menetapkan asisten rumah tangga korban, NH, sebagai tersangka tunggal. Berdasarkan rekaman CCTV dan pemeriksaan sementara, kekerasan terjadi setelah cekcok antara tersangka dan korban saat tersangka dibangunkan tengah malam untuk membersihkan tong air.
“Penyelidikan masih berlanjut. Sementara masih pelaku tunggal,” kata Anggoro.
Kasus kedua terjadi di kawasan hutan Mentarao, Patam Lestari, Kecamatan Sekupang. Jasad S (51), yang sempat dilaporkan hilang sejak 10 Agustus, ditemukan warga dalam kondisi membusuk pada 24 Agustus. Polisi menetapkan MD (54), sekuriti sekaligus suami siri korban, sebagai tersangka tunggal dengan dugaan motif kecemburuan.
Kasus ketiga adalah kematian bayi berusia 1,2 tahun berinisial MA di Bengkong. Polisi menetapkan pengasuh korban, CTH (29), sebagai tersangka atas dugaan kekerasan. Penyidik menemukan sejumlah bekas luka pada tubuh korban dan masih mendalami pola pengasuhan serta kemungkinan kekerasan berulang, mengingat rumah tersangka bukan tempat penitipan anak resmi.
Dua kasus lainnya masih dalam tahap pendalaman. Pertama, temuan seorang pria berusia sekitar 40 tahun dalam kondisi bersimbah darah di Taman Laguna. Penyelidikan awal mengarah pada dugaan korban meninggal karena sakit.
“Penyelidikan awal terkait temuan mayat bersimbah darah itu karena sakit,” ujar Anggoro, Selasa (1/9).
Kedua, kematian Putra Arcangela (22) yang ditemukan meninggal di rumahnya di Ruli Pancur Swadaya, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk, pada Selasa (1/9) sore. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan, dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga yang menolak autopsi. Polisi tetap memeriksa sejumlah barang dari lokasi untuk memastikan rangkaian peristiwa.


