Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, menyusul pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.00 WIB, rupiah tercatat melemah 0,15 persen ke level Rp17.990 per dolar AS.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah indeks dolar AS yang berada pada posisi 101,23 dan menunjukkan tren penurunan. Sejumlah analis menilai langkah mundur Perry Warjiyo menjadi sentimen negatif utama yang menekan mata uang Garuda.
Analis Pasar Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah seharusnya berpeluang menguat mengingat indeks dolar AS sedang melemah seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, menurutnya, pengunduran diri Gubernur BI menekan sentimen pasar dan melemahkan rupiah, sebagaimana dilansir dari RRI.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, menambahkan bahwa pengunduran diri Perry kini menjadi fokus utama pelaku pasar. Ia menyebut investor tengah menantikan keputusan pemerintah terkait pengganti definitif Gubernur BI.
“Pelaku pasar akan mencermati siapa penggantinya dan implikasinya terhadap kesinambungan kebijakan moneter, kredibilitas kelembagaan, serta arah kebijakan bank sentral ke depan,” kata Jessica.
Sementara itu, Analis Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyoroti sikap Perry Warjiyo yang dinilai memberi kesempatan kepada para deputinya untuk memimpin BI. “Dia memberi kesempatan kepada para deputinya untuk memimpin BI. Ini hal yang luar biasa,” katanya.
Ibrahim menambahkan, siapa pun yang menggantikan posisi Perry akan menghadapi tantangan berat untuk mengembalikan rupiah ke jalur penguatan. Menurutnya, kondisi geopolitik yang masih membayangi serta perekonomian dalam negeri yang belum stabil menjadi faktor yang membuat rupiah kembali tertekan.


