Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal, bersama Kepala BP Batam Amsakar Ahmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Zainal, meninjau langsung lokasi kebakaran kapal tanker MT Federal II di kawasan galangan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam.
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI di bidang hukum dan keamanan, khususnya untuk memastikan proses penegakan hukum, keselamatan kerja, dan penanganan korban berjalan secara transparan dan akuntabel.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menerima penjelasan dari pihak kepolisian dan manajemen perusahaan mengenai kronologi kejadian, langkah penanganan darurat, hingga kondisi terkini para korban. Rizki Faisal menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri perkapalan yang memiliki risiko tinggi.
“Tragedi ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai nyawa pekerja hanya menjadi angka dalam laporan,” tegas Rizki Faisal.
Politisi asal Daerah Pemilihan Kepulauan Riau (Kepri) itu juga menyampaikan bahwa Komisi III DPR RI akan terus mengawasi jalannya proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum, termasuk memastikan adanya transparansi dan tanggung jawab dari semua pihak terkait.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kementerian terkait agar proses hukum berjalan adil dan profesional. Setiap bentuk kelalaian harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Kebakaran kapal tanker MT Federal II yang terjadi pada Rabu (15/10) dini hari menelan 10 korban jiwa dan menyebabkan 21 pekerja luka-luka. Hingga kini, Polda Kepulauan Riau dan Polresta Barelang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Rizki Faisal menutup kunjungannya dengan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan meminta BP Batam serta pihak perusahaan memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan dan perlindungan bagi para korban serta keluarganya.


