Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai aparat penegak hukum seharusnya tidak mengalami kesulitan dalam mengungkap dan menangkap pelaku teror terhadap konten kreator maupun aktivis yang belakangan marak terjadi.
“Teror ini jelas bertujuan membungkam suara para influencer dan aktivis yang kritis. Negara melalui aparat keamanan harus hadir untuk melindungi, mengusut, dan menemukan siapa pelaku teror tersebut,” kata Andreas di Jakarta, Sabtu 3 Januari 2026.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mengatakan dengan dukungan teknologi memadai serta kemampuan sumber daya manusia aparat penegak hukum saat ini, pengungkapan kasus teror semestinya bukan hal yang sulit.
“Dengan kelengkapan peralatan teknologi dan kemampuan personel aparat, seharusnya tidak sulit untuk mengusut dan membekuk para pelaku teror,” tegasnya.
Andreas menilai pengusutan yang serius dan transparan sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Jika kasus teror dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan, situasi justru dapat berkembang menjadi isu adu domba.
“Kalau tidak diusut dan pelakunya tidak ditemukan, bisa muncul kecurigaan dan tudingan bahwa aparat berada di balik teror-teror tersebut. Ini tentu berbahaya bagi kepercayaan publik,” ujarnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah konten kreator dan aktivis yang vokal menyampaikan kritik mengalami berbagai bentuk teror. Konten kreator Ramond Dony Adam alias DJ Donny mengalami pelemparan bom molotov ke rumahnya dan menerima kiriman bangkai ayam yang dipotong-potong disertai pesan ancaman pembunuhan. Teror serupa dialami aktivis Greenpeace Iqbal Damanik.
Pegiat media sosial Sherlya Annavita Rahmi menerima paket telur busuk, mobilnya dicoret-coret, serta pesan intimidatif. Sebelumnya, pegiat media sosial Virdian juga mengalami teror setelah mobilnya dirusak orang tak dikenal. Jurnalis Tempo Francisca Christy Rosana atau Cica pernah menerima kiriman paket berisi kepala babi.
DJ Donny telah melaporkan kasus teror tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor register LP/B/9545/XII/2025/SPKT.
“Intimidasi berupa kiriman bangkai ayam sebenarnya tidak saya persoalkan. Tapi dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, CCTV merekam ada orang melempar molotov ke rumah saya. Untungnya api padam sebelum membesar,” kata DJ Donny di Polda Metro Jaya, Rabu 31 Desember 2025.


