Batam – Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda, Andreas Petrus Johanness Spin (78), ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Blok B Nomor 51, Perumahan Kembang Sari, Taman Baloi, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Jasad korban ditemukan tergeletak di atas sofa di dalam rumah. Saat ditemukan, darah tampak mengalir dari dalam rumah hingga ke bagian teras depan.
Penemuan bermula dari kekhawatiran istri korban yang berada di luar kota. Sejak Minggu (19/4/2026), sang istri tidak dapat menghubungi korban sehingga meminta bantuan tetangga untuk mengecek kondisi suaminya.
Petugas keamanan perumahan, Harmidi, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat laporan dari tetangga korban sebelum menemukan darah mengalir hingga ke depan pintu rumah. “Istri korban meminta tolong tetangganya untuk mengecek kondisi korban, sebab istrinya berada di luar kota dan tidak dapat menghubungi korban sejak hari Minggu (19/4/2026). Saat dicek, terlihat darah mengalir sampai ke depan pintu rumah korban,” ujar Harmidi.
Pihak keamanan perumahan kemudian berkoordinasi dengan Polsek Batam Kota dan Tim Inafis Polresta Barelang. Petugas yang masuk ke dalam rumah mendapati korban telah meninggal dunia.
Tetangga korban, Dani, mengungkapkan bahwa Andreas diketahui sedang dalam kondisi kesehatan yang menurun sebelum kejadian. “Biasanya dia keluar pakai tongkat. Dari fisiknya memang terlihat seperti mengalami sakit di bagian kaki,” ujar Dani.
Dani menambahkan, korban sempat menyampaikan kepada istrinya bahwa dirinya sedang sakit. “Besoknya istrinya mencoba menghubungi lagi untuk minta dibelikan tiket pulang ke Batam, tapi sudah tidak ada respons,” katanya.
Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti untuk memastikan penyebab kematian korban, apakah akibat sakit atau terdapat faktor lain.


