Batam – Lima orang yang diduga sebagai pengendali jaringan judi online, love scamming, dan phishing e-commerce di Apartemen Baloi View, Batam, disebut telah meninggalkan lokasi sebelum operasi Imigrasi digelar pada Rabu (6/5/2026). Kapolresta Barelang membantah informasi tersebut.
Kelima orang itu terdiri dari empat warga negara Tiongkok dan satu warga negara Indonesia berinisial AL. Keempatnya diduga memiliki hubungan bisnis dengan William Huang, WNA asal Tiongkok yang sebelumnya ditangkap FBI di Thailand. AL disebut berperan sebagai salah satu pengendali aktivitas scamming di lokasi.
Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, menyatakan pihaknya mendeteksi aktivitas mencurigakan di apartemen tersebut sejak pertengahan April 2026 berdasarkan informasi intelijen, namun tidak merinci identitas WNI yang dimaksud.
“Informasi intelijen adanya deteksi dini pada pertengahan April 2026 mengenai aktivitas mencurigakan dari sejumlah WNI yang tinggal di Apartemen Baloi View, Kota Batam,” ujar Yuldi, Jumat (8/5/2026).
AL juga disebut kerap didampingi anggota Polri berinisial BA, yang diketahui merupakan pengawal pribadi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. BA diduga pernah terekam kamera mendampingi AL dalam transaksi penukaran bitcoin bernilai miliaran rupiah. Kepala Dinas Kominfo Kepri, Hendri Kurniadi, membantah keterlibatan BA dalam aktivitas ilegal.
“BA menyatakan tidak pernah melakukan kegiatan ilegal seperti yang disebutkan,” ujar Hendri.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, menyatakan tiga unit Toyota Alphard hitam yang terparkir di belakang apartemen saat operasi berlangsung telah masuk dalam pantauan pihaknya. Salah satu kendaraan diduga menggunakan pelat nomor palsu.
“Ke depan kami akan kejar terus siapa pun yang terlibat dalam kejahatan ini, baik WNA maupun WNI,” ujar Wahyu.
Kapolda Kepri membantah adanya keterlibatan pengusaha atau WNI dalam jaringan tersebut. Saat ditanya soal rekaman CCTV di sekitar apartemen, Kapolda menyatakan proses penyelidikan masih berjalan. Hingga berita ini diterbitkan, keberadaan AL dan empat WNA asal Tiongkok yang disebut meninggalkan lokasi sebelum operasi belum dapat dikonfirmasi secara resmi.


