Batam – Dinas Kesehatan Kota Batam angkat bicara terkait video viral di TikTok yang memuat keluhan keluarga pasien terhadap ucapan seorang dokter di RS Elisabeth Batam Kota.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi, menegaskan setiap dokter wajib mematuhi kode etik, baik dalam pelayanan medis maupun komunikasi dengan pasien dan keluarganya.
“Dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki), dokter diwajibkan memberikan pelayanan secara profesional, jujur, menghormati hak pasien, menjaga kepercayaan pasien, serta memberikan pelayanan dengan rasa kasih sayang dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Didi, Jumat (29/5/2026).
Didi merujuk pada Pasal 8 Kodeki yang mewajibkan dokter memberikan pelayanan kompeten disertai rasa kasih sayang dan penghormatan terhadap martabat manusia, serta Pasal 10 yang mewajibkan dokter menghormati hak-hak dan kepercayaan pasien maupun keluarga.
Terkait dugaan pelanggaran etik, Didi menyebut terdapat mekanisme pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Konsekuensinya dapat berupa teguran, pembinaan etik, pemeriksaan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), hingga rekomendasi sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
“Bila ada dugaan pelanggaran, akan dilakukan penelusuran dan pemeriksaan berdasarkan aturan etik profesi maupun ketentuan pelayanan kesehatan yang berlaku,” tambahnya.
Video tersebut diunggah akun TikTok @wanitakurir7 atas nama Mimi Salpianti pada Jumat (29/5/2026). Dalam unggahannya, Mimi menceritakan kronologi perawatan ayahnya di RS Elisabeth sejak Sabtu (23/5/2026) hingga meninggal dunia pada Senin sore.
Keluarga menyoroti ucapan dokter yang dinilai tidak pantas saat pasien dalam kondisi kritis. Dokter disebut menyampaikan, “Dikarenakan bapak perokok berat, jadi bapak terimalah. Apa yang bapak tanam, itulah yang bapak tuai.”
Keluarga juga mengaku dokter menyampaikan ucapan tersebut dengan nada keras. Mimi turut menyebut dokter mengatakan “Jangan sedikit-sedikit memviralkan,” meski keluarga menyatakan tidak ada yang merekam di ruang perawatan saat itu.
Meski demikian, keluarga menyatakan tidak mempermasalahkan pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. “Semua pelayanan di sana oke, cuma ucapan dokter saja yang tidak bisa kami terima,” tulis Mimi.
Dokter yang bersangkutan disebut telah menghubungi keluarga dan menyampaikan permintaan maaf atas perkataan tersebut.


