Jakarta – Kisah kepedulian sosial kembali datang dari Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule. Bantuan pendidikan pribadi diberikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, salah satunya kepada anak seorang driver ojol bernama Febri Putri Hari Puji dan putrinya Rara. Bantuan ini terpisah dari program beasiswa yang sebelumnya digulirkan untuk 55 anak dari kalangan aktivis Prodem. Anggaran itu bersumber dari dana operasional menteri atau DOM.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Febri Putri dalam video kesaksian yang beredar. Ia mengaku awalnya mengira bantuan tersebut sama dengan Program Indonesia Pintar (PIP).
“Awalnya saya kira bantuan dari bapak Waka BP Taskin mirip dengan PIP yang biasa saya terima. Tapi ternyata bantuan ini adalah pribadi dari bapak Iwan Sumule, Wakil Kepala Taskin. Karena jumlahnya itu cukup lumayan besar menurut saya yaitu satu juta setengah per bulan,” ujar Febri Putri dalam video tersebut.
Febri, ibu dari lima orang anak dengan suami berprofesi sebagai driver ojol, menyebut bantuan sebesar Rp1,5 juta per bulan itu sangat berarti untuk menopang kehidupan sehari-hari, terutama biaya pendidikan anak-anaknya.
“Jumlah sebesar itu sangat besar manfaatnya untuk penopang kehidupan saya terutama biaya pendidikan untuk anak-anak saya. Kalau saja semua pejabat di pemerintahan mau menyisihkan uang seperti bapak Iwan Sumule pasti makin banyak orang-orang yang terbantu,” lanjutnya.
Anak Raih Prestasi Tari Tradisional
Selain Febri, putrinya yang bernama Rara juga menyampaikan ucapan terima kasih. Di usianya yang masih sekolah, Rara berhasil meraih prestasi di bidang tari tradisional.
“Halo bapak Iwan Sumule aku Rara aku ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk bapak Iwan Sumule karena berkat bantuan bapak aku bisa mewujudkan bakat nari aku dan ini hasil juara-juara lombanya dan ini yang terakhir lomba nari juara dua,” kata Rara sambil menunjukkan sederet piala dan piagam penghargaan di belakangnya.
Ia juga menyebut bantuan tersebut digunakan untuk membayar SPP sanggar tari dan biaya sekolah kelas 8.
Tanggapan Aktivis Prodem Ilham Yunda
Aktivis Prodem, Ilham Yunda, mengapresiasi langkah Iwan Sumule yang dinilainya sebagai bentuk nyata keberpihakan pejabat kepada rakyat kecil.
“Ini bukti bahwa kepedulian tidak harus menunggu program negara. Inisiatif pribadi seperti yang dilakukan Pak Iwan Sumule ini penting, apalagi sasarannya tepat ke keluarga pekerja informal seperti driver ojol yang selama ini paling terdampak beban ekonomi,” ujar Ilham Yunda.
Ilham menambahkan, bantuan kepada anak driver ojol ini menunjukkan bahwa program kemanusiaan Iwan Sumule tidak hanya menyasar 55 anak dari kalangan aktivis Prodem, tetapi juga diperluas ke masyarakat umum yang membutuhkan.
“Harapannya, model bantuan langsung seperti ini bisa jadi inspirasi pejabat lain. Pendidikan anak bangsa jangan sampai terhenti hanya karena masalah ekonomi orang tua,” tegasnya.
Bantuan pendidikan dari Iwan Sumule ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak dari keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.


