Jakarta — Mantan Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai Juni 2026. Agenda tersebut akan mencakup kunjungan ke Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat selama beberapa hari.
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan pihaknya berharap kehadiran Jokowi dapat memperkuat dukungan masyarakat terhadap PSI di sejumlah daerah. “Harapan kami Pak Jokowi tetap sehat bersama PSI. Mudah-mudahan juga Pak Jokowi dapat menjelaskan posisi politik beliau hari ini sudah bersama PSI,” kata Bestari, Senin, 1 Juni 2026.
Namun, efektivitas langkah tersebut diragukan sejumlah pengamat. Direktur ABC Riset & Consulting Erizal menilai safari politik Jokowi tidak serta-merta mendongkrak suara PSI, termasuk menarik pemilih dari PDIP. “Apalagi menyedot suara PDIP. Sulit. PDIP terlalu solid,” ujarnya.
Erizal menambahkan, sudah memasuki tahun ketiga kepemimpinan Kaesang Pangarep di PSI, belum ada sinyal kenaikan suara partai tersebut, bahkan setelah Jokowi secara terbuka menyatakan akan serius memenangkan PSI.
Menurutnya, popularitas Jokowi tidak otomatis berpengaruh pada pilihan partai pemilih. “Karakter pemilih di Indonesia memang tak mudah mengubah pilihan partai,” kata Erizal. Pola ini, lanjutnya, telah terbukti dalam dua pemilu dan berbagai pilkada sebelumnya.


