Batam – Realisasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih jauh dari target pemerintah. Hingga akhir Juni 2026, capaian program tersebut baru mencapai sekitar 12 persen dari sasaran yang ditetapkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti, mengatakan target pelaksanaan CKG di Kepri sebesar 46 persen dari total jumlah penduduk, atau sekitar 1.031.826 jiwa.
“Target kita 46 persen dari jumlah penduduk. Tanjungpinang memang belum capai target, namun Puskesmas terus bergerak dan menjemput bola,” kata Yosei, Minggu (28/6/2026).
Yosei menyebut belum optimalnya capaian program dipengaruhi rendahnya realisasi di sejumlah kabupaten dan kota di Kepri. Pemerintah daerah terus mendorong seluruh Puskesmas agar lebih aktif memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Petugas di lapangan juga menghadapi kendala teknis, terutama saat melakukan pendataan dan mengunggah hasil pemeriksaan kesehatan. Gangguan jaringan internet di wilayah kepulauan menjadi salah satu hambatan utama dalam proses pelaporan hasil skrining.
“Kalau untuk teknis pelaksanaannya tidak ada masalah. Namun, kesadaran masyarakat untuk melakukan CKG masih kurang,” ujarnya.
Menurut Yosei, rendahnya partisipasi masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Puskesmas didorong tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi juga aktif mendatangi lokasi-lokasi pusat aktivitas warga agar layanan kesehatan lebih mudah diakses.
Berdasarkan hasil skrining yang telah dilakukan, hipertensi dan diabetes menjadi dua penyakit yang paling banyak ditemukan pada peserta CKG, terutama pada kelompok usia dewasa hingga pra-lansia.
Masyarakat yang terdeteksi mengalami kedua penyakit tersebut diarahkan untuk menjalani penanganan lebih lanjut di Puskesmas maupun rumah sakit sesuai kondisi masing-masing.
“Banyak dialami oleh orang dewasa dan pra lansia. Selain itu dirujuk ke rumah sakit, kita juga memberikan penyuluhan mengenai pola hidup sehat,” kata Yosei.


