Tanjungpinang – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Andi Agung mengatakan 12 SMK Negeri di Kota Batam kini memiliki total sekitar 450 kemitraan dengan perusahaan industri sebagai bagian dari program link and match antara pendidikan vokasi dan dunia usaha.
“Kerja sama dengan industri tidak hanya sebatas MoU, tetapi juga mencakup penyusunan kurikulum, program magang, guru tamu dari industri, hingga penyerapan lulusan,” kata Andi Agung, Kamis, 20 Agustus 2026.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kepri, SMK Negeri 5 Batam mencatat jumlah kerja sama terbanyak dengan 110 kemitraan, disusul SMK Negeri 11 Batam dengan 60 kerja sama, SMK Negeri 10 Batam dengan 43 kerja sama, SMK Negeri 1 Batam dengan 42 kerja sama, serta SMK Negeri 7 dan SMK Negeri 8 Batam yang masing-masing memiliki 34 kerja sama.
Kemitraan serupa juga tercatat di kabupaten/kota lain di Kepri. Di Bintan, 4 SMK Negeri menjalin 195 kerja sama; Karimun dengan 5 SMK Negeri memiliki 135 kerja sama; Natuna melalui 5 SMK Negeri mencatat 49 kerja sama; Anambas dengan 4 SMK Negeri memiliki 40 kerja sama; dan Lingga dengan 4 SMK Negeri mencatat 29 kerja sama.
Andi menjelaskan bahwa pengembangan pendidikan vokasi di Kepri disesuaikan dengan potensi dan karakteristik ekonomi masing-masing wilayah. Untuk kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), pendidikan vokasi diarahkan untuk menopang kebutuhan industri skala besar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dengan sektor prioritas meliputi manufaktur berteknologi tinggi, industri minyak dan gas, galangan kapal, serta pariwisata.
Sementara untuk kawasan Natuna, Anambas, dan Lingga (NAL), kurikulum diarahkan pada penguatan sektor ketahanan pangan, pemanfaatan sumber daya maritim, dan digitalisasi pelayanan daerah.
“Untuk wilayah NAL, fokusnya tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda lokal agar potensi komoditas laut dan pertanian bisa diolah dan memiliki nilai tambah,” ujar Andi.
Ia menambahkan, keterlibatan industri mencakup penyusunan materi pembelajaran, penyediaan fasilitas Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta pengiriman praktisi sebagai guru tamu di sekolah.
“Harapannya, ketika lulus mereka tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja karena sudah mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang sesuai,” kata Andi.
Pemerintah Provinsi Kepri menyatakan akan terus memperluas jaringan kerja sama antara SMK dan industri ke depan.


