Batam – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 173 mahasiswa berprestasi yang diterima di tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Program ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Batam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Batam.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pada tahun ini terdapat penambahan 13 mahasiswa yang lolos SNBP di tujuh PTN, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Tahun ini ada 13 orang yang lolos melalui jalur SNBP di tujuh universitas tersebut. Untuk mahasiswa berprestasi, yang kita tanggung adalah UKT-nya agar mereka bisa fokus menjalani kuliah,” kata Amsakar di Batam, Senin.
Kepala Bagian Kerja Sama Setdako Batam John Hendri mengatakan program beasiswa prestasi telah berjalan selama beberapa tahun dengan jumlah penerima yang terus bertambah.
“Dengan penambahan 13 yang lulus tahun ini, total penerima mencapai 173 mahasiswa yang tersebar di tujuh PTN tersebut,” kata John.
Selain beasiswa prestasi, Pemkot Batam juga menjalankan program beasiswa bagi mahasiswa asal wilayah hinterland atau pulau-pulau penyangga. Pada tahun ini, sebanyak 34 mahasiswa hinterland menerima beasiswa tersebut, terdiri atas empat mahasiswa di ITS dan 30 mahasiswa di Politeknik Negeri Batam. Berbeda dengan beasiswa prestasi yang hanya menanggung UKT, program bagi mahasiswa hinterland mencakup biaya kuliah, tempat tinggal, buku, makan, hingga uang saku.
John menambahkan, Pemkot Batam juga tengah menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang saat ini masih dalam tahap seleksi dan ditargetkan diumumkan pada semester kedua tahun ini. Salah satu syarat utama penerima adalah memiliki Indeks Prestasi (IP) semester pertama, sehingga proses seleksi baru dapat dilakukan setelah mahasiswa menjalani perkuliahan.
Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa asal Batam yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Politeknik Negeri Batam maupun Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Seleksi penerima akan mempertimbangkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–4, domisili, serta kesesuaian program studi dengan ketentuan dalam Peraturan Wali Kota dan Keputusan Wali Kota.
“Kuota yang disiapkan masing-masing 30 mahasiswa di Politeknik Negeri Batam dan 30 mahasiswa di UMRAH, sehingga total ada 60 mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang akan menerima beasiswa,” kata John.
Untuk mendukung seluruh program beasiswa tersebut, Pemkot Batam mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,1 miliar pada tahun 2026.


