Jakarta — Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) Adi Kurniawan mengapresiasi langkah Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri dalam mengedepankan pendekatan humanis dan terukur saat mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa BEM Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul kebijakan Polda Metro Jaya yang melarang personel membawa senjata api saat bertugas mengamankan demonstrasi. Selain itu, penggunaan gas air mata maupun pergerakan pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) disebut hanya dapat dilakukan berdasarkan perintah langsung Kapolda.
Menurut Adi Kurniawan, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Polri memahami demonstrasi sebagai bagian dari ruang demokrasi yang harus dijaga dengan profesionalisme, bukan semata-mata dihadapi dengan pendekatan represif.
“BaraNusa memberikan apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri. Menurut kami, kebijakan melarang personel membawa senjata api dalam pengamanan demonstrasi merupakan langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak terukur,” ujar Adi.
Ia menilai prinsip satu komando, pengendalian diri, serta penggunaan kekuatan secara terukur merupakan hal penting dalam setiap pengamanan aksi massa.
“Mahasiswa menyampaikan aspirasi, aparat menjalankan tugas menjaga keamanan. Dua-duanya harus ditempatkan dalam koridor demokrasi dan hukum. Jangan sampai perbedaan pendapat berubah menjadi konflik antara rakyat dan aparat,” katanya.
Adi juga menilai instruksi agar penggunaan gas air mata hanya dilakukan atas perintah Kapolda merupakan bentuk kontrol komando yang penting. Polda Metro Jaya sendiri menegaskan bahwa pengamanan aksi harus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis serta menjadikan penegakan hukum sebagai langkah terakhir.
“Ini menunjukkan bahwa Kapolda tidak ingin anak buahnya bertindak sendiri-sendiri. Semua harus terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Adi.
BaraNusa, lanjut Adi, mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinan Asep Edi Suheri dalam menjaga keamanan Jakarta sekaligus memastikan hak masyarakat menyampaikan pendapat tetap dihormati.
“Kami mendukung penuh Polda Metro Jaya. Kepemimpinan Komjen Pol Asep Edi Suheri layak mendapatkan dukungan karena keamanan dan demokrasi harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Adi berharap pola pengamanan yang humanis tersebut dapat terus dipertahankan dalam menghadapi berbagai aksi demonstrasi ke depan.
“Polisi harus menjadi pelindung seluruh rakyat, termasuk mereka yang sedang menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Sebaliknya, massa aksi juga harus menghormati hukum, tidak melakukan kekerasan dan tidak merusak fasilitas umum. Kalau kedua pihak sama-sama menahan diri, demokrasi kita akan semakin dewasa,” pungkas Adi Kurniawan.


