Jakarta – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Iwan Sumule menduga ada pihak yang sengaja memberikan data yang salah kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR dan DPR.
“Ada pengkhianat, yang bukan saja sekadar ingin merusak reputasi dan kredibilitas presiden, tapi sudah mengarah ingin menjatuhkan presiden,” kata Iwan Sumule, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dugaan tersebut disampaikan Iwan menanggapi kekeliruan data yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya, yang menyebut seorang perempuan bernama Ibu Susana sebagai pengupas bawang dengan penghasilan Rp700 ribu per kilogram. Belakangan diketahui profesi Ibu Susana adalah pemilah kain perca, bukan pengupas bawang.
Iwan mengatakan sosok Ibu Susana sebelumnya pernah ditayangkan di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) sebagai penjahit bahan perca, bukan pengupas bawang.
“Kan gile, karena sebelumnya sudah ditampilkan di medianya Bakom, tukang jahit, bukan tukang kupas bawang. Artinya, memang ada yang ingin presiden salah,” ujar Iwan.
Iwan, yang juga menjabat Wakil Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), menilai publik tidak bisa disalahkan ketika mengkritik pidato Presiden Prabowo terkait kekeliruan data tersebut. Menurutnya, dalam forum resmi kenegaraan yang membahas anggaran dan program pemerintah, presiden seharusnya tidak menyampaikan data yang keliru.
“Terutama terkait basis data, karena semua programatik pemerintah disusun dan dibuat berdasar basis data yang tepat dan akurat,” kata Iwan.
Iwan juga menilai Tim Komunikasi Presiden, dalam hal ini Bakom RI, berperan dalam kekeliruan yang menurutnya berpotensi merusak reputasi dan kredibilitas presiden tersebut.


