Jakarta – Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) menggelar Malam Anugerah Aspirasi Madfest Merah Putih 2026, ajang festival film pendek kelas pekerja, di Jakarta, Selasa (18/8). Dari sekitar 60 peserta yang mengikuti festival ini, terpilih 10 film sebagai nominasi dan lima di antaranya dinobatkan sebagai pemenang.
Kelima film pemenang tersebut adalah Kandang yang Tak Menunduk, Lelah, Antrian Nomer Kematian, Rastra Sewa Kotama, dan Dilema. Masing-masing pemenang menerima hadiah uang tunai Rp5 juta, sementara lima nominasi lainnya masing-masing memperoleh Rp2 juta.
Ketua PPHUI Sonny Pudjisasono mengatakan, festival ini digagas bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierly usai keduanya mengikuti peringatan Hari Buruh (May Day) di Monas pada Mei 2026. Menurut Sonny, Madfest Merah Putih dimaksudkan sebagai sarana baru penyampaian aspirasi pekerja, di luar aksi turun ke jalan.
“Saya bersama dengan Pak Menteri Tenaga Kerja menggagas untuk menggelar festival film pendek kelas pekerja yang kita namakan Madfest Merah Putih ini,” kata Sonny dalam sambutannya.
Sonny menambahkan, aspirasi yang disampaikan lewat aksi jalanan kerap tidak terdokumentasi dengan baik. Melalui festival film pendek ini, ia berharap aspirasi para pekerja dapat terekam dan terarsipkan secara lebih permanen.
Ia juga mengungkapkan rencana keberlanjutan festival ini pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan kategori yang lebih luas. “Untuk 2027, kita akan menetapkan 21 kategori, termasuk kategori lingkungan hidup, HAM, kelautan, dan lain sebagainya,” ujar Sonny.
Sebagai infrmasi, gagasan Madfest Merah Putih bermula dari pertemuan Ketua PPHUI Sonny Pudjisasono dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierly pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monas, Jakarta, Mei 2026. Momentum aksi buruh yang biasanya diwarnai orasi dan demonstrasi jalanan itu memantik ide untuk membuka kanal alternatif penyampaian aspirasi pekerja melalui medium film.
Selama ini, aspirasi buruh yang disuarakan lewat demonstrasi kerap dianggap bersifat temporer dan minim pendokumentasian sistematis begitu aksi berakhir. Melalui festival film pendek, PPHUI dan Kemnaker berupaya menghadirkan format baru yang memungkinkan isu-isu ketenagakerjaan—mulai dari kondisi kerja, kesejahteraan, hingga persoalan sosial di lingkungan pekerja—terekam dalam karya audiovisual yang dapat diarsipkan dan ditonton kembali.
Festival perdana ini diikuti sekitar 60 peserta dari kalangan pekerja/buruh, dengan proses kurasi yang menghasilkan 10 nominasi sebelum akhirnya lima karya dinyatakan sebagai pemenang. Acara puncak berupa Malam Anugerah Aspirasi digelar di Jakarta pada 18 Agustus 2026, dihadiri jajaran PPHUI serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal.
Keberhasilan gelaran perdana ini turut mendorong rencana perluasan festival pada 2027, dengan penambahan kategori tematik menjadi 21 kategori—mencakup isu lingkungan hidup, hak asasi manusia, dan kelautan—menandakan ambisi festival ini untuk berkembang dari sekadar ajang kelas pekerja menjadi platform aspirasi sosial yang lebih luas.


