Batam – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menilai pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan lebih efektif dan efisien tanpa pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil).
Ia mengusulkan agar latsarmil dihapus dan pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi manajerial yang dibutuhkan calon manajer.
Berdasarkan skema pelatihan 45 hari yang terdiri atas 30 hari latsarmil dan 15 hari pembelajaran substansi koperasi, TB Hasanuddin menyebut porsi terbesar anggaran justru terserap untuk latsarmil yang tidak berkaitan langsung dengan tugas pengelolaan koperasi.
“Berdasarkan kriteria pelatihan untuk 7 hari itu menghabiskan Rp5 juta per peserta, maka total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi,” ungkap TB Hasanuddin.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, jika latsarmil ditiadakan, negara dapat menghemat anggaran dalam jumlah besar untuk setiap peserta.
“Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta,” imbuhnya.
Ia menambahkan, jika skema tersebut diterapkan kepada seluruh peserta secara nasional yang berjumlah 35.476 orang, potensi penghematan anggaran dapat mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Menurut TB Hasanuddin, tugas utama manajer Kopdes Merah Putih adalah mengelola organisasi dan mengembangkan usaha, sehingga materi pelatihan seharusnya berorientasi pada kompetensi profesional, bukan latihan fisik atau kemiliteran.
“Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” tegasnya.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan (Kemhan), jumlah total peserta latsarmil pada gelombang pertama yang dilaksanakan 17 Juni-31 Juli 2026 sebanyak 35.476 peserta, terdiri atas 30 ribu calon manajer Kopdes Merah Putih dan 5.476 calon pengelola KNMP. Para peserta dilatih di 67 satuan pendidikan (satdik).


