Batam – Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan turun ke lapangan pada Selasa (4/8) untuk menelusuri penyebab kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita yang terpantau dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter di sejumlah pasar.
Berdasarkan pantauan di Pasar Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Minyakita dijual mulai Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter.
Kanit Tipiter Satreskrim Polres Bintan Iptu Daeng Salamun mengatakan hasil pengecekan menunjukkan rata-rata harga Minyakita di pasaran sudah melampaui HET meski stok tersedia banyak.
“Tadi kami cek di lapangan, harga Minyakita dijual kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter. Padahal stok Minyakita banyak, tetapi harganya tidak stabil dan rata-rata di atas HET,” kata Daeng Salamun.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas Pangan mengimbau para pengecer agar tidak menjual Minyakita melebihi HET yang ditetapkan pemerintah. Terhadap distributor, pihak kepolisian akan melakukan pemanggilan dan klarifikasi terkait jalur distribusi produk tersebut.
“Kami akan cek alurnya seperti apa, apakah pendistribusian sudah sesuai aturan atau belum,” ujarnya.
Ia menegaskan Satgas Pangan akan memberikan teguran lebih dulu apabila kembali menemukan penjualan Minyakita di atas HET, dan akan melakukan penindakan jika teguran tidak diindahkan.
Salah seorang pedagang di Pasar Kijang, Ardi, mengatakan kenaikan harga terjadi karena pasokan dari Bulog cepat habis. Menurutnya, Minyakita dari Bulog dibeli seharga Rp174.000 per dus berisi 12 kemasan atau sekitar Rp14.500 per liter, sehingga masih bisa dijual sesuai HET Rp15.700 per liter.
“Kami menjual ke masyarakat maksimal sesuai HET Rp15.700 per liter. Karena harganya lebih murah, stoknya cepat habis,” kata Ardi.
Untuk memenuhi permintaan konsumen, ia mengaku terpaksa mengambil pasokan dari pemasok lain di Tanjungpinang dengan harga Rp188.400 per dus atau setara Rp15.700 per liter, sehingga menjual Minyakita seharga Rp17.000 per liter dengan bonus satu saset penyedap rasa ukuran kecil sebagai kompensasi.
“Kami terpaksa menjual di atas HET karena harga dari pemasok sudah tinggi,” ujarnya.
Pelaku usaha kuliner di Bintan, Kurnia, mengatakan harga Minyakita di Bintan masih lebih rendah dibandingkan Tanjungpinang meski sama-sama berada di atas HET.
“Harganya sama-sama di atas HET, tetapi di Tanjungpinang dijual lebih tinggi,” kata Kurnia.
Satgas Pangan menyatakan penelusuran distribusi Minyakita akan terus dilakukan untuk memastikan pasokan minyak goreng subsidi berjalan sesuai ketentuan dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.


