Batam – Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2026 resmi dibuka di Radisson Golf & Convention Center Batam, Rabu (5/8). Pameran maritim terbesar di Indonesia ini menargetkan transaksi bisnis mencapai 20 juta dolar AS.
Penyelenggaraan IMOX tahun ini merupakan yang ke-9 dengan tema “Batam: Indonesia’s Future Hub for Smart Shipbuilding & Offshore Transformation”. Lebih dari 220 perusahaan dari 20 negara berpartisipasi, di antaranya dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, China, India, Jerman, Italia, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.
Group CEO Fireworks Trade Media, Kenny Yong, mengatakan industri maritim global tengah menghadapi tantangan namun optimistis target transaksi tetap dapat tercapai.
“Target transaksi tahun ini sekitar 20 juta dolar AS. Memang kondisi industri sedang menghadapi tantangan sehingga banyak perusahaan lebih fokus pada pemeliharaan dibandingkan pembelian peralatan baru. Namun kami tetap optimistis karena kebutuhan industri masih tinggi,” ujar Kenny di sela pembukaan pameran.
Selain menjadi ajang pameran produk, IMOX 2026 turut menjadi wadah edukasi, pertukaran teknologi, dan kolaborasi bisnis bagi pelaku industri maritim. Berbagai inovasi dipamerkan, mulai dari peralatan galangan kapal, sistem otomasi, teknologi kecerdasan buatan (AI), perangkat lunak, mesin industri, hingga solusi keselamatan kerja dan sektor lepas pantai.
“Kami sudah masuk ke era AI. Teknologi yang dipamerkan membuat proses pembangunan kapal menjadi lebih cepat, lebih aman, dan lebih berkelanjutan. Pengunjung juga bisa mencoba langsung berbagai peralatan sehingga pameran ini lebih interaktif,” kata Kenny.
Kenny menyebut Batam masih menjadi kawasan paling strategis bagi industri galangan kapal di Indonesia, dengan sekitar 60 persen kapal yang diproduksi di Indonesia dibangun di Batam. Menurutnya, banyak perusahaan internasional menempatkan kantor pusat di Singapura, sementara operasional dan fasilitas galangan kapal berada di Batam, didukung status kawasan perdagangan bebas, ketersediaan lahan luas, dan biaya operasional yang kompetitif.
“Head office banyak berada di Singapura, tetapi operasionalnya di Batam. Itu menjadi keunggulan Batam dalam industri ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, prospek industri galangan kapal di Batam masih menjanjikan, dengan sejumlah perusahaan bahkan kewalahan memenuhi tingginya permintaan kapal dari pasar internasional.
“Ada perusahaan yang mengatakan order mereka sangat banyak sampai harus menghentikan penerimaan pesanan baru sementara waktu untuk menyelesaikan kontrak yang sudah ada. Ini menunjukkan industri galangan kapal Batam masih terus bertumbuh,” ungkap Kenny.
Peningkatan permintaan pasar dan masuknya investasi asing, khususnya dari Singapura, turut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Batam melalui standar kompetensi dan sistem pelatihan yang dibawa perusahaan asing.
Kenny mengapresiasi dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap penyelenggaraan IMOX 2026, mulai dari BP Batam, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), asosiasi industri, hingga pelaku usaha maritim.
“Kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri menjadi salah satu faktor yang membuat IMOX terus berkembang dan mampu menghadirkan pelaku industri maritim dari berbagai negara setiap tahunnya,” pungkas Kenny.
IMOX 2026 berlangsung hingga 7 Agustus 2026.


