Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan realisasi investasi Batam pada Triwulan I 2026 melonjak hampir 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari sekitar Rp8 triliun menjadi Rp17,4 triliun. Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Konsolidasi Persatuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam di Balairungsari, Gedung Bida Utama BP Batam, Batam Centre, Kamis (30/4/2026).
Amsakar menyebut capaian tersebut menjadi indikator pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan I 2026 berpotensi mendekati angka 7 persen, meningkat signifikan dari 5,17 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian ini menandakan bahwa tata kelola yang kita lakukan sudah berada pada jalur yang tepat. Ini juga menunjukkan adanya dukungan signifikan dari para pelaku usaha terhadap kebijakan yang kita jalankan,” ujar Amsakar.
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat meningkat dari 6,69 persen pada 2024 menjadi 6,76 persen pada 2025, konsisten berada di atas rata-rata nasional. Pada 2025, realisasi investasi juga melampaui target, mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target Rp60 triliun.
Dalam forum tersebut, Amsakar menekankan peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam.
“Sebagai mitra strategis pemerintah, tentu kita mengharapkan Kadin Batam tampil dengan performa yang membanggakan, dengan ide-ide yang mampu menggesa dan memberikan percepatan bagi pembangunan Kota Batam, Kepri, bahkan Indonesia,” katanya.
Ia juga mendorong agar hasil musyawarah konsolidasi tidak berhenti pada tataran wacana. “Kami berharap apa yang dilakukan hari ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar implementatif. Memperkuat kebersamaan jauh lebih baik,” tegasnya.
Musyawarah turut dihadiri Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM Kadin Indonesia M. Aziz Syamsudin, serta Ketua Kadin Kepri Mustava.


