Batam – Gangguan suplai air bersih melanda sejumlah kawasan di Kota Batam sejak Senin, 17 Agustus 2026. Hingga Selasa (18/8/2026) pagi, sejumlah warga menyebut aliran air di rumah mereka belum kembali normal.
Keluhan disampaikan warga dari berbagai wilayah, di antaranya Batam Center, Baloi Permai, KDA, Legenda, Mediterania, dan Botania. Keluhan serupa juga disampaikan warga di kawasan Nongsa, meliputi Taman Batu Besar, Nongsa Asri, Renggali, dan Perumahan Bida Asri 2.
Seorang warga Baloi Permai menyebut air di rumahnya tidak mengalir sejak Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB melalui pesan ke Instagram Batamnews pada Selasa pagi.
Berdasarkan informasi resmi PT Air Batam Hilir, gangguan pelayanan di sebagian besar wilayah Batam bermula dari gangguan aliran listrik PLN Batam di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Duriangkang pada Senin pagi. Air Batam Hilir menyatakan gangguan listrik dari PLN telah selesai pada pukul 09.13 WIB, namun setelah pasokan listrik kembali, masih terjadi gangguan pada sistem kelistrikan di dalam IPAM Duriangkang.
Kondisi tersebut menyebabkan suplai air mengecil hingga berhenti sementara di sejumlah wilayah, antara lain Nagoya, Baloi, Bengkong, Sei Panas, Pelita, Jodoh, Seraya, Batu Ampar, Sengkuang, Batu Merah, Batam Center, Dotamana, Taman Raya, kawasan Bandara, The Hills, Bukit Raya, Panorama, GIA, Bida Asri 3, Batu Besar, Polda, Symphoni, Punggur, dan Kabil.
Air Batam Hilir menyebut pekerjaan perbaikan sistem kelistrikan dilakukan di IPAM Duriangkang dan DK Punggur dengan estimasi selesai Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 01.00 WIB. Namun hingga Selasa pagi, Batamnews masih menerima laporan dari sejumlah warga yang menyebut aliran air di tempat tinggal mereka belum kembali normal.
Selain gangguan di IPAM Duriangkang, kawasan Nongsa dan Batu Besar menghadapi persoalan suplai air yang berbeda. Sehari sebelum gangguan tersebut, Air Batam Hilir telah mengumumkan pengurangan jam aliran dan tekanan air untuk wilayah Nongsa, Batu Besar, dan sekitarnya akibat minimnya curah hujan serta menurunnya ketersediaan air baku. Suplai sementara ke kawasan itu diturunkan menjadi sekitar 60 liter per detik.
Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam tengah mengerjakan pemasangan booster pump untuk mendorong tambahan suplai dari IPAM Duriangkang menuju wilayah Nongsa. Pekerjaan itu ditargetkan selesai dalam kurun sekitar satu bulan.
Air Batam Hilir mencatat volume air baku Waduk Nongsa mengalami penurunan akibat rendahnya intensitas hujan. Curah hujan di kawasan tersebut sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat sekitar 925,50 milimeter, sementara kondisi normal tahunan berkisar 1.800 hingga 2.500 milimeter. Kondisi itu membuat kapasitas produksi IPAM Nongsa yang normalnya sekitar 80 liter per detik ikut menurun dan harus dikurangi untuk menjaga keberlangsungan operasional.


