Batam — PT Pertamina Patra Niaga mengajukan penambahan delapan unit mobil tangki baru untuk mendukung distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Batam yang mulai tertekan akibat lonjakan permintaan.
Jr. SPV II Fuel Receiving & Storage Integrated Terminal Batam, Fongky Ocotodiano A, mengatakan saat ini distribusi BBM di Batam hanya ditopang 13 unit mobil tangki dengan total kapasitas 248 kiloliter (KL). Armada tersebut terdiri atas delapan unit berkapasitas 16 KL milik Pertamina dan lima unit berkapasitas 24 KL, di mana tiga unit milik sendiri dan dua unit sewa.
“BBM ke SPBU, dengan 248 KL, dengan 13 unit mobil tangki, itu bisa kita optimalkan. Akan tetapi, mengingat bertambahnya permintaan masyarakat, demand-nya semakin tinggi, kita sudah bersurat,” kata Fongky di Integrated Terminal Batam, Jalan Raya Pelabuhan, Kabil, Nongsa, Rabu, 16 September 2026.
Ia menyebutkan, pengajuan tersebut akan menambah total armada menjadi 21 unit mobil tangki.
Penambahan armada disiapkan untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah SPBU di Batam yang saat ini mencapai sekitar 38 unit dan diperkirakan terus bertambah seiring pembangunan di sejumlah titik. Menurut Fongky, penambahan titik penyaluran menuntut kapasitas angkut dan jumlah armada yang lebih besar, sementara 13 unit yang ada dinilai tidak akan mampu menutupi kebutuhan distribusi yang semakin masif.
Sambil menunggu armada tambahan, Pertamina mengoptimalkan utilisasi mobil tangki yang ada. Saat permintaan tinggi, satu unit dapat melakukan hingga empat kali perjalanan pulang-pergi dalam sehari dengan memanfaatkan rute pendek dan jalan protokol.
Di area terminal, distribusi didukung 20 pompa produk untuk pengisian mobil tangki, loading sales, bunker tug boat, hingga transfer melalui jalur pipa Avtur. Pengisian armada dilakukan melalui dua area filling shed, yakni area belakang dengan empat bay dan area depan dengan tiga bay.
Terminal ini juga menangani distribusi LPG yang didukung tujuh mobil tangki berkapasitas 135 metrik ton dan sembilan skid tank.
Terkait keselamatan kerja, waktu kerja Awak Mobil Tangki (AMT) dibatasi maksimal delapan jam per sif sebelum digantikan personel berikutnya. Integrated Terminal Batam memiliki 38 AMT BBM yang terdiri atas 21 AMT I dan 17 AMT II, serta 12 AMT LPG yang terdiri atas delapan AMT I dan empat AMT II. Setiap kendaraan wajib melewati pemeriksaan kelayakan (PDI) sebelum beroperasi, dan kondisi fisik pengemudi harus melalui pemeriksaan kesehatan (DCU).


