Batam – Gangguan distribusi air kembali terjadi di Jalur Piayu, Sei Beduk, setelah pipa distribusi DCIP berdiameter 200 mm mengalami kebocoran berulang pada Kamis, 2 Juli 2026. PT Air Batam Hilir menyebutkan kebocoran pertama berhasil ditangani tim teknis dan selesai pada Jumat dini hari, 3 Juli 2026, pukul 03.00 WIB.
Namun sekitar pukul 06.00 WIB pada hari yang sama, kebocoran kembali terjadi di jalur pipa tersebut. Kondisi ini dipicu perubahan struktur tanah di area drainase yang masih dalam tahap pekerjaan, sehingga menyebabkan pergeseran pada sambungan pipa.
Menindaklanjuti kejadian itu, tim teknis kembali diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan serta penguatan jaringan pipa agar sistem distribusi dapat kembali beroperasi secara aman dan optimal.
Manajemen PT Air Batam Hilir menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses perbaikan berlangsung.
Wilayah yang terdampak gangguan ini meliputi Rusun Piayu, Perum GMP, Permata Asri, Panatra Mas, Pasar Pancur, Kavling Pancur, dan sejumlah kawasan sekitarnya.
Sebagai langkah antisipasi, PT Air Batam Hilir menyiagakan mobil tangki air minum untuk membantu kebutuhan pelanggan yang mengalami gangguan suplai, dengan layanan hingga 1×24 jam yang dapat dikoordinasikan melalui RT/RW atau kelurahan setempat.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Batam serta mempercepat pemulihan distribusi air di wilayah terdampak.


