Tanjungpinang – PT PLN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menargetkan enam pulau di wilayah itu menikmati aliran listrik 24 jam penuh pada tahun ini melalui program “Kepri Terang”.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan PLN akan membangun sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipadukan dengan baterai pada enam pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang sudah ada. Beban listrik dari sistem hibrida itu ditargetkan mencapai sekitar 50 persen dari kapasitas terpasang.
“Beban listrik nanti sekitar 50 persen dari kapasitas terpasang,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Minggu, 26 April 2026.
Ansar mengakui lokasi pasti keenam pulau tersebut belum ditentukan karena masih dikaji oleh PLN. Salah satu lokasi yang sudah direncanakan adalah Pulau Air Raja di Kelurahan Subang Mas, Kecamatan Galang, Kota Batam.
Program Kepri Terang merupakan bagian dari upaya mencapai rasio elektrifikasi 100 persen di Kepri. Saat ini rasio elektrifikasi provinsi itu sudah mencapai 98 persen, dengan fokus utama pada pulau-pulau kecil berpenduduk yang belum terjangkau listrik.
Selain Kepri Terang, Pemprov Kepri dan PLN juga membahas program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis yang menyasar masyarakat di tujuh kabupaten dan kota. Program yang didanai APBN dengan dukungan APBD dan aspirasi DPRD Kepri itu ditargetkan menjangkau 1.400 rumah tangga pada tahun ini.
Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menyatakan pihaknya siap meningkatkan kerja sama dengan Pemprov Kepri. “Program Kepri Terang sangat bagus dan terbukti punya manfaat besar bagi masyarakat, mulai dari pendidikan sampai ekonomi,” katanya.


