Jakarta — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil untuk ikut mengawal berbagai program Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya berpihak kepada rakyat kecil.
Ajakan itu disampaikan Agus Jabo saat menghadiri Talkshow Mahasiswa Bicara bertema “Bangun Persatuan Nasional, Tegakkan Pasal 33” yang diselenggarakan Koalisi Bangsa Muda (Bangun Negeri Oleh Mahasiswa Indonesia) di Mattea Social Space, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat sore (19/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Agus Jabo mengatakan dirinya hadir bukan semata sebagai pejabat negara, melainkan tetap sebagai aktivis yang menggunakan posisinya di pemerintahan sebagai alat perjuangan membela rakyat.
“Saya duduk di sini, kawan-kawan, saya masih seorang aktivis, dan saya menggunakan jabatan saya sebagai alat perjuangan untuk membebaskan rakyat Indonesia dari segala penindasan. Jadi saya nggak berubah, arena saja yang berubah, dan waktunya yang berubah,” kata Agus Jabo.
Ia menilai agenda yang dijalankan Presiden Prabowo menghadapi tantangan besar karena menyentuh kepentingan kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari ketimpangan ekonomi. Agus Jabo juga menyebut pandangan yang disampaikan mahasiswa dalam forum tersebut sejalan dengan perjuangan melawan imperialisme, oligarki, dan korupsi yang dinilainya menjadi penghambat keadilan sosial.
Kepada mahasiswa, ia meminta agar tidak berhenti pada diskusi dan perdebatan semata, melainkan turut terlibat dalam perjuangan nyata.
“Saya ingin melihat bukti bahwa kalian adalah tokoh-tokoh yang akan berjuang di depan dan yang akan menggantikan senior-seniornya untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini dari imperialisme, dari oligarki, dan dari para koruptor,” ujarnya.
Agus Jabo menegaskan bahwa rakyat harus berada di garis depan untuk menjaga program-program kerakyatan yang sedang dijalankan pemerintah.
“Yang bisa melindungi program-program kerakyatan presiden hanya rakyat, hanya rakyat yang bisa melindungi program-program presiden. Oligarki terlalu kuat, kalau rakyat tidak ikut, rakyat tidak di depan, program-program itu vivere pericoloso,” kata Agus Jabo.
Acara talkshow tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya perwakilan organisasi mahasiswa dan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.


