Ribuan karung berisi bawang bombay tiba-tiba ditemukan berserakan di kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, Minggu (26/10/2025). Aksi warga yang datang berebut mengambil bawang itu pun langsung viral di media sosial.
Menurut info dari Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar, Iptu M. Brata Ul Usna, polisi sudah menerima laporan dan sedang melakukan pengecekan di lapangan. Tapi sampai sekarang, belum jelas dari mana asal bawang-bawang itu dan siapa yang membuangnya.
Meski kelihatannya cuma “temuan unik”, para ahli justru mengingatkan ada bahaya serius di balik peredaran bawang ilegal ini. Soalnya, bawang impor yang masuk tanpa izin resmi bisa jadi nggak lewat pemeriksaan karantina pangan.
“Bisa aja bawangnya bawa hama atau bahan kimia berbahaya. Apalagi kalau udah lama kena panas dan debu. Jadi sebaiknya jangan dikonsumsi,” kata salah satu warga yang ikut melihat kejadian itu.
Selain soal kesehatan, kasus ini juga menyoroti lemahnya pengawasan di Batam, yang memang berstatus free trade zone. Kondisi ini sering dimanfaatkan oknum nakal buat selundupin barang konsumsi tanpa izin, termasuk bawang murah dari luar negeri.
Kalau dibiarkan, bawang ilegal bisa ngancurin harga pasar dan bikin petani lokal rugi berat.
Polisi kini masih nyari tahu siapa di balik pembuangan massal ribuan karung itu dan dari mana truk pengangkutnya berasal. Warga juga diimbau nggak mengambil atau menjual bawang temuan yang belum jelas keamanannya.
Harapannya, aparat bersama Bea Cukai dan Dinas Ketahanan Pangan bisa segera bongkar jalur distribusi bawang ilegal ini — biar kejadian serupa nggak terus terulang di Batam.


