Keren banget! Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-MK) dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) baru aja turun langsung ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang, buat bantu warga lokal upgrade cara produksi minyak gamat — produk khas yang sudah melegenda di sana.
Selama dua hari, tepatnya 24–25 Oktober 2025, tim ini mengadakan workshop seru di Rumah Produksi Minyak Gamat Mak Ngah. Mereka ngajarin warga dan pelaku UMKM cara bikin minyak gamat dengan metode penyulingan sederhana, biar hasilnya makin bagus dan produksinya makin efisien.
Tim PKM-MK UMRAH ini berisi dosen dan mahasiswa dari berbagai prodi, mulai dari Magister Pedagogi, Pendidikan Kimia, Sosial Ekonomi Perikanan, sampai PBSI. Dipimpin oleh Tety Kurmalasari, mereka nggak cuma ngasih teori, tapi juga langsung praktik bareng peserta — lengkap dengan demo alat penyulingan dan pembagian peralatan produksi.
“Kami pengin masyarakat pesisir makin sadar dan semangat berwirausaha, terutama dalam memanfaatkan hasil laut kayak gamat atau teripang jadi produk minyak tradisional yang punya nilai jual tinggi,” ujar Tety.
Antusiasme warga? Nggak main-main. Mereka super excited! Bahkan Mak Ngah, salah satu pelaku UMKM minyak gamat, bilang kalau ilmu baru dari tim UMRAH ini benar-benar membuka wawasan mereka.
“Selama ini kami pakai cara tradisional. Ternyata dengan teknik modern ini, hasilnya bisa lebih banyak dan berkualitas,” katanya dengan semangat.
Lewat kegiatan ini, UMRAH nggak cuma bantu masyarakat Pulau Penyengat naik level secara ekonomi, tapi juga tetap menjaga kearifan lokal lewat inovasi dan teknologi. Kombinasi antara tradisi dan sains? Totally a win!


