Jakarta — Wacana reformasi Polri lagi-lagi jadi bahan omongan warganet. Pasalnya, Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menilai pembentukan Komisi Reformasi Kepolisian bakal percuma kalau polisi tetap ngegas menetapkan Roy Suryo dan tujuh orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.
“Reformasi Kepolisian percuma aja kalau polisi semena-mena nahan Roy Suryo Cs,” kata Muslim, Kamis (13/11/2025).
Muslim nyentil bahwa di dalam Komisi Reformasi Polri ada nama-nama besar kayak Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD — dua tokoh yang pernah bilang kalau soal keaslian ijazah Jokowi itu harusnya diputuskan di pengadilan, bukan sama polisi.
Yang bikin heran, menurut Muslim, sampai sekarang Presiden Prabowo belum juga buka suara soal kasus ini, padahal isu ijazah palsu Jokowi udah jadi topik panas di medsos dan forum publik.
Muslim juga nyebut kalau selama ini ijazah asli Jokowi nggak pernah ditunjukkan ke publik, baik di pengadilan maupun saat gelar perkara di Bareskrim.
“Publik tahu ijazah asli Jokowi nggak pernah muncul, yang ada cuma fotokopi legalisir. Tapi polisi malah tuduh Roy Suryo Cs ngedit dan manipulasi ijazah itu,” jelasnya.
Ia menilai penetapan tersangka dan penahanan terhadap Roy Suryo Cs bisa dianggap bentuk pelanggaran HAM dan pelecehan terhadap sistem hukum dan pendidikan nasional.
“Kalau polisi tetap maksa jalanin kasus ini, ya berarti Komisi Reformasi Polri cuma formalitas doang. Mending dibubarin aja sekalian,” tutup Muslim.


