Jakarta – Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai potensi defisit anggaran negara tidak hanya dipicu oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berpotensi menjadi beban fiskal baru karena membutuhkan anggaran hingga ratusan triliun rupiah.
“Ada proyek KDKMP yang bisa menelan biaya hingga ratusan triliun rupiah,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Nailul Huda mendorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Keuangan untuk segera menata ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Ia meyakini jika tidak dilakukan penataan ulang, proyeksi para pakar ekonomi akan menjadi kenyataan, yakni defisit APBN 2026 berpotensi melampaui target pemerintah sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Pemerintah perlu melakukan redesign program agar lebih hemat. Jika tidak konsekuensinya adalah utang negara akan semakin tinggi,” katanya.


