Jakarta — Harga minyak dunia naik tajam pada penutupan perdagangan Senin (20/4/2026) seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Minyak mentah Brent naik 5,10 dolar AS atau 5,64 persen menjadi 95,48 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 5,76 dolar AS atau 6,87 persen ke level 89,61 dolar AS per barel.
Kenaikan ini dipicu insiden penyitaan kapal kargo Iran oleh AS yang mencoba menembus blokade. Iran menyatakan akan membalas, menghapus optimisme pasar yang sebelumnya muncul pada Jumat setelah Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka selama gencatan senjata berlangsung.
Direktur energi berjangka Mizuho, Bob Yawger, menyebut niat baik yang muncul pada Jumat kini sudah sepenuhnya hilang.
Gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran dijadwalkan berakhir akhir pekan ini. Presiden Donald Trump menyatakan belum tentu memperpanjang gencatan senjata dan menegaskan blokade terhadap Iran akan tetap diberlakukan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi menyebut pelanggaran gencatan senjata oleh AS menjadi hambatan utama dalam proses diplomasi.
Pembicaraan damai AS-Iran yang direncanakan digelar di Pakistan pun belum pasti terlaksana. Seorang pejabat senior Iran menyatakan negaranya masih mempertimbangkan kehadiran dalam perundingan tersebut.
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz hampir terhenti, dengan hanya tiga kapal yang tercatat melintas dalam 12 jam terakhir pada Senin. Analis menilai harga minyak masih lebih rendah dari puncaknya di awal konflik dan diperkirakan turun bertahap selama tidak terjadi perang skala penuh.


