Malang – Kendaraan Maung putih melaju perlahan memasuki area SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Dari balik kaca, sosok Presiden Prabowo Subianto terlihat mengenakan safari krem, kacamata hitam, dan topi biru. Siang itu, Selasa 13 Januari 2026, ia datang bukan sekadar meresmikan sebuah sekolah baru, tetapi melanjutkan visi besar menciptakan ribuan kader pemimpin bangsa.
Begitu turun dari kendaraan sekitar pukul 14.00 WIB, Prabowo disambut barisan siswa Taruna Nusantara dalam formasi penghormatan. Karpet biru terbentang di hadapannya. Di sisi kanan-kiri, deretan pejabat tinggi negara turut hadir: Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya yang bergema di lapangan. Kemudian giliran Prabowo naik ke podium. Dalam pidatonya, ia mengungkap sebuah ambisi: dalam empat tahun ke depan, Indonesia akan memiliki 500 sekolah unggulan tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten.
“SMA Taruna Nusantara didirikan sekian puluh tahun yang lalu untuk mencari putra-putri bangsa Indonesia yang memiliki kapasitas akademis unggul,” kata Prabowo. “Mereka dibina, diberi kesempatan terbaik, sehingga dapat menjadi kader bangsa yang berguna.”
Presiden menekankan, sekolah seperti Taruna Nusantara bukan sekadar institusi pendidikan biasa. Ini adalah tempat mencetak pemimpin masa depan yang patriotik, berintegritas, dan bertanggung jawab di semua bidang.
Ekspansi ke Seluruh Nusantara
Hingga kini, Indonesia telah memiliki tiga kampus SMA Taruna Nusantara: Magelang, Malang, dan Cimahi. Namun, Prabowo tidak berhenti di situ. Pembangunan tengah berlangsung di tiga lokasi baru: Ibu Kota Nusantara (IKN), Minahasa di Sulawesi Utara, dan Pagar Alam di Sumatera Selatan.
“Kita harapkan akhir Desember 2026, kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi,” ungkap Prabowo optimistis. Jika rencana ini terwujud, Indonesia akan memiliki enam SMA Taruna Nusantara yang beroperasi penuh dalam setahun.
Presiden juga membandingkan capaian Indonesia dengan negara lain. “Di Malaysia saja sudah lebih dari 20 sekolah semacam ini. Di Inggris, ratusan sekolah unggulan sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu,” katanya.
Untuk mengejar ketertinggalan, pemerintah menargetkan pembangunan SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda di hampir setiap provinsi. Lebih ambisius lagi, di setiap kabupaten akan dibangun sekolah unggulan terintegrasi. Total: 500 sekolah dalam empat tahun.
Alumni yang Membanggakan
Salah satu kebanggaan Prabowo dalam pidatonya adalah pencapaian para alumni Taruna Nusantara yang kini tersebar di posisi strategis pemerintahan. Sebelum berpidato, ia bahkan sempat “mengabsen” mereka satu per satu.
Ada Menteri Luar Negeri Sugiono dari angkatan kelima, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dari angkatan keenam, hingga Menko Infrastruktur AHY yang juga alumni angkatan kelima. Tidak hanya di kabinet, alumni Taruna Nusantara juga memimpin BUMN seperti Direktur Utama Pertamina Simon Mantiri, dan lembaga negara seperti Kepala BMKG Teuku Faisal.
“Di kabinet yang saya pimpin, cukup banyak lulusan Taruna Nusantara di tier 1. Di tier selanjutnya juga mulai muncul banyak kader-kader tersebut,” ujar Prabowo dengan nada bangga.
Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa visi pendiri Taruna Nusantara puluhan tahun lalu tidak salah: menjaring talenta terbaik bangsa, membina mereka dengan disiplin dan nilai-nilai kepemimpinan, lalu melepaskan mereka untuk mengabdi pada negara.
Pemukulan Gong sebagai Penanda
Menjelang akhir acara, Prabowo berjalan menuju gong yang telah disiapkan. Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim,” ia memukul gong sebagai tanda peresmian resmi SMA Taruna Nusantara Kampus Malang.
“Pada siang hari ini, Selasa 13 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang,” ucapnya tegas.
Bunyi gong bergema, disusul tepuk tangan hadirin. Sebuah prasasti ditandatangani, menjadi saksi bisu bahwa hari itu, Indonesia menambah satu lagi ladang persemaian pemimpin masa depan.
Dari Magelang hingga IKN, dari Malang hingga Pagar Alam, jejaring sekolah unggulan ini terus diperluas. Prabowo berharap, dalam empat tahun ke depan, ribuan pemuda-pemudi terbaik Indonesia akan memiliki kesempatan yang sama: belajar di sekolah unggulan, menjadi kader bangsa, dan kelak memimpin negeri ini dengan integritas dan patriotisme.


