Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengundang sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri dan swasta ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis pagi (15/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden akan berdialog langsung dengan para rektor dan guru besar terkait peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung agenda besar nasional.
“Kurang lebih 1.200 guru besar yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden. Betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu fondasi dan faktor kunci,” ujarnya kepada awak media.
Prasetyo menyebutkan sejumlah pembahasan konkret yang akan disampaikan Presiden, termasuk persoalan krusial di sektor kesehatan dan pendidikan tinggi. Salah satunya adalah percepatan pemenuhan kebutuhan dokter yang masih kekurangan lebih dari 100 ribu orang berdasarkan data pemerintah.
Presiden juga akan menyoroti peningkatan kualitas universitas, mulai dari kualitas dosen, sarana dan prasarana, hingga beban operasional perguruan tinggi. Pemerintah tengah mencari skema agar perguruan tinggi dapat berkembang dan berkualitas tanpa membebani masyarakat secara finansial.
“Karena kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi, kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan salah satunya ya melalui pendidikan di tingkat universitas,” ujar Mensesneg.
Data:
- Jumlah undangan: 1.200 rektor dan guru besar
- Asal perguruan tinggi: Negeri dan swasta
- Kekurangan dokter: Lebih dari 100.000 orang


